Prabowo Revisi Visi Misi, Sekjen PDIP: Menurut Bahasa Rakyat Itu Tak Konsisten

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 11 Jan 2019, 18:54 WIB
Kehangatan Prabowo Subianto Saat Hadiri Rakernas LDII

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai, perubahan visi misi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merupakan bentuk ketidakkonsistenan pasangan capres cawapres nomor urut 02 itu.

"Dalam bahasa rakyat sederhana saja, itu kan tidak konsisten, berubah-ubah seperti itu. itu bahasa rakyat, bukan bahasa kami," ucap Hasto di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Dia menegaskan, tidak konsistennya pasangan Prabowo-Sandiaga sangat jelas terlihat di masa-masa kampanye sudah berjalan kurang lebih empat bulan ini.

"Segala sesuatunya kan pada akhirnya masyarakat yang menilai, baru kampanye berapa bulan saja sudah berkali-kali terjadi ketidakkonsistenan. Karena itulah mari kita hijrah bersama. Ini pemilu untuk menampilkan gagasan terbaik yang menyetuh harapan rakyat itu sendiri," kata Hasto.

Dia menuturkan, pihaknya akan mengikuti segala aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena itu bentuk komitmen pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pria yang duduk sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini, melihat visi-misinya jelas sudah dikumpulkan dan sudah jadi komitmen bersama. Apalagi kampanye sudah dimulai.

"Tentu saja kurang pas. Karena perubahan visi-misi di tengah jalan itu menunjukan kepemimpinan yang selalu berubah-ubah, ikut arus, kepemimpinan yang tidak kokoh dalam prinsip, ragu-ragu. Dan ini yang kami tidak inginkan," pungkasnya.

Sebelumnya, berkas visi misi Prabowo-Sandiaga yang mulanya berjumlah 14 halaman, kini bertambah menjadi 45 halaman.

Selain visi misi, kubu Prabowo-Sandi juga mengubah tagline. Prabowo-Sandiaga yang semula ber-tagline 'Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi' direvisi menjadi 'Indonesia Menang'.

Saksikan Live Streaming Debat Pilpres 2019!

Tutup Video
2 of 3

KPU Tolak Revisi

Rapat Persiapan Debat Capres-Cawapres di KPU
Ketua KPU, Arief Budiman (tengah) memimpin rapat koordinasi persiapan debat pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden di Jakarta, Rabu (19/12). Rapat membicarakan persiapan debat pasangan capres-cawapres Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi mengubah visi-misi. Namun, perubahan visi-misi itu ditolak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan alasan sudah menjadi satu dokumen dengan pencalonan capres-cawapres.

"Ya tentu saja menjadi tidak diperbolehkan. Karena itu tadi, dasarnya mengapa tidak boleh adalah dokumen program visi-misi itu kan bagian tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Lah pada waktu itu juga ada tenggat waktu untuk memperbaiki," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Wahyu menjelaskan, visi misi itu sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan dokumen capres cawapres dan tahapan tersebut sudah berlalu.

"Dokumen terdahulu itu sudah kita publikasikan melalui website KPU juga alat peraga sosialisasi yang lain kepada masyarakat luas untuk diketahui, begitu. Tetapi pada prinsipnya tahapan itu sudah selesai," sambung dia.

Wahyu mengatakan, meskipun sudah tidak bisa mengubah visi misi, tetapi Prabowo-Sandi masih bisa mengkomunikasikan visi misi itu kepada masyarakat.

"Memakai dalam konteks apa? Kalau konteks dokumen resmi sudah tidak bisa. Tetapi dalam konteks gagasan-gagasan, ide-ide baru itu disampaikan kepada masyarakat tentu saja itu hak pasangan calon," terang Wahyu.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓