Tim Jokowi: Dukungan NU ke Prabowo-Sandi Sangat Minoritas

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 29 Nov 2018, 15:17 WIB
Diperbarui 29 Nov 2018, 15:17 WIB
Gaya Pidato Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Usai Dapat Nomor Urut
Perbesar
Pasangan capres-cawapres Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) menunjukkan nomor urut peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan nomor urut 01. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kiai dan ulama keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) memberikan dukungannya ke pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga. Mereka langsung didatangkan dari Jawa Timur ke Jakarta, untuk mendeklarasikan dukungannya, Rabu 28 November 2019.

Ketua DPP PKB Lukman Edy menilai, suara dukungan NU ke Prabowo-Sandiaga adalah sangat minoritas. Bahkan bukan tokoh utama.

"Bukan, hanya minoritas, tapi sangat minoritas. Tokohnya juga tidak mainstream. Mungkin sampean baru dengar namanya kan. Apalagi jamaah NU yang lain," ucap Lukman di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dia menuturkan, hal yang membuat suara NU di pasangan calon nomor urut 01 kuat, karena ketokohan Ma'ruf Amin sendiri sebagai mantan Rais Aam PBNU dan kiai besar.

"Faktornya sederhana, karena ada faktor Kiai Ma'ruf. Rais Aam, itu pasti dia bukan hanya tertinggi secara struktural, tetapi juga dia mewakili kultural NU itu sendiri," jelas Lukman.

Selain itu, masih kata Wakil Direktur Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf bidang Relawan, menyebut, Kiai Ma'ruf memiliki kekuatan secara ideologis.

"Secara ideologis, Kiai penerus para pendiri NU, pimpinan pondok pesantren yang besar, struktur NU maupun Syuriyah di seluruh indonesia menyatakan komitmennya kepada Kiai Ma'ruf, kalau satu dua orang biasa itu," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Dukungan Cucu Pendiri NU ke Prabowo

Sebelumnya, KH Hasyim Karim, cucu salah satu pendiri NU KH Bisri Syansuri, merasa bangga dengan Prabowo-Sandiaga. Terlebih karena menyampaikan isu ekonomi. Selain itu, dia memuji kehadiran Prabowo pembicara utama di The World 2019 Gala Diner yang diselenggarakan The Economist di Singapura, kemarin.

"Prabowo menjelaskan program ekonomi yang ia usung kepada para CEO perusahaan besar di dunia. Seorang pemimpin harus jelas dan bisa meyakinkan saat berbicara di forum internasional," jelas sang kiai.

KH Hasyim Karim berharap ke depan masyarakat bisa melihat pasangan Prabowo-Sandiaga lebih objektif. Hal ini terkait kualitas mereka yang diklaim mumpuni untuk memimpin Indonesia di tahun 2019.

"Jadi, masyarakat saya harap bisa melihat dan menilai siapa sesungguhnya yang punya kualitas kepemimpinan. Kita harus objektif, kita bisa kritik Prabowo-Sandi bila salah. Tapi kalau ada kelebihan harus kita apresiasi," ucap Kiai Hasyim.

Beberapa tokoh keturunan pendiri tokoh NU yang datang, di antaranya KH Irfan Yusuf Hasyim (cucu Mbah Hasyim), Gus Billy (putranya Gus Sholah) cicitnya Mbah Bisri Sansuri, Gus Adib (anak KH Saifuddin Zuhri ), dan KH Rohmad Wahab (putra KH Wahab Hasbulloh).

 

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Lanjutkan Membaca ↓