Survei Median: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 47,7 Persen, Prabowo-Sandi 35,5 Persen

Oleh Liputan6.com pada 27 Nov 2018, 14:42 WIB
Diperbarui 27 Nov 2018, 14:42 WIB
Lihat Kemeja Motif Unik Jokowi Saat Cek Kesehatan di RSPAD
Perbesar
Bakal calon presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) dan KH Ma'ruf Amin (tengah) saat tiba di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8). Jokowi mengenakan kemeja unik bertuliskan 'Bersih, Merakyat, Kerja Nyata'. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor 01, Jokowi-Ma'ruf masih unggul atas pasangan Prabowo-Sandi. Selisih keduanya sebesar 12,2 persen.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 47,7 persen dan Prabowo-Sandi baru mencapai angka 35,5 persen. Tingkat elektabilitas ini berdasarkan hasil survei Media Survei Nasional atau Median yang dirilis pada Selasa (27/11/2018) siang.

"Jokowi unggul sementara tapi di bawah 50 persen. Prabowo tertinggal sementara tapi jarak tidak terlalu jauh," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Survei ini diselenggarakan pada tanggal 4-16 November 2018. Respondennya ialah warga yang telah memiliki hak pilih pada Pilpres 2019 mendatang.

Rico menyoroti elektabilitas Jokowi yang masih di bawah 50 persen. Menurutnya hal ini disebabkan beberapa kekurangan yang belum bisa dituntaskan oleh Jokowi sebagai capres petahana.

Rico mengatakan, lebih banyak orang yang mampu menyebutkan kekurangan Jokowi atau sekitar 58,5 persen. Sedangkan warga yang menyebut keberhasilan Jokowi hanya 47,6 persen.

Salah satu keberhasilan yang paling banyak disebut ialah pembangunan infrastruktur yaitu 23,2 persen. Sedangkan kekurangannya yaitu penilaian bahwa ekonomi semakin memburuk sebesar 30,9 persen.

Selain itu kekurangan Jokowi yang banyak disebut warga yaitu mahalnya harga sembako, BBM dan listrik sebesar 11,5 persen, pembangunan belum merata 3,0 persen, ulama banyak kasus hukum 2,4 persen dan bantuan tidak tepat sasaran sebesar 2,2 persen.

"Menurut penilaian publik, ada lima besar keberhasilan pemerintah yaitu pembangunan infrastruktur (23,2 persen), bantuan tepat sasaran (4,5 persen), kesehatan (3,4 persen), pendidikan (3,2 persen), ekonomi stabil (2,2 persen)," sebut Rico.

 

 

Resep Tembus 50 Persen

Agar elektabilitas Jokowi bisa melampaui 50 persen, menurut Rico, Jokowi harus meyakinkan publik bahwa kelebihan pemerintahnya yaitu pembangunan infrastruktur yang masif akan mampu menurunkan harga, menyediakan lapangan pekerjaan dan membawa perbaikan ekonomi.

Karena sebanyak 29,30 persen responden tidak yakin dengan masifnya pembangunan infrastruktur dapat memperbaiki kondisi ekonomi.

"Yang yakin sebesar 26,90 persen dan tidak jawab sebesar 43,80 persen," sebutnya.

Sampel yang disertakan dalam survei ini sebanyak 1200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi di tiap provinsi dan gender.

 

Reporter: Hari Ariyanti 

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓