Timses Jokowi: Siapa yang Mulai Jadi 'Kompor'?

Oleh Liputan6.com pada 26 Nov 2018, 18:13 WIB
Diperbarui 26 Nov 2018, 19:16 WIB
Erick Thohir ditunjuk menjadi ketua timses pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengungkap makna banyak kompor yang diucapkan Jokowi di Kota Palembang, 25 November 2018. Menurut dia, bisa saja kubu capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi bagian dari 'kompor' yang disebut Jokowi.

"Sekarang pertanyaannya siapa yang memulai kompor-kompor itu. Kita tahu bahwa yang melempar Indonesia bubar 2030, kemudian 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan, kemudian kita juga mendengar tempe setipis ATM dan narasi-narasi pesimisme yang dilemparkan oleh sebelah," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/11).

Ace menilai selama ini justru kubu Prabowo-Sandi yang sering menakut-nakuti rakyat. Mulai dari membangun narasi tempe setipis ATM atau narasi pesimisme lainnya.

"Jadi buat kami narasi-narasi seperti itu sesungguhnya mengompori rakyat Indonesia untuk bersikap pesimis padahal kita ingin Indonesia ini maju dengan cara bagaimana kita menampilkan atau menawarkan gagasan-gagasan yang memang dinilai oleh masyarakat justru bisa menyelesaikan problem yang dihadapi Indonesia," ungkapnya.

 

2 dari 3 halaman

Narasi Positif

Politikus Partai Golkar ini membantah kubu Jokowi-Ma'ruf yang sering melemparkan narasi pesimisme. Dia mengklaim kubunya selalu mengedepankan narasi-narasi positif kepada masyarakat.

"Saya ingin pertegas bahwa justru kami yang selalu mengedepankan optimisme di dalam membangun Indonesia, kami menawarkan berbagai program yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi Indonesia," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan kepada semua masyarakat agar terus menjaga kerukunan dan persatuan. Apalagi menjelang pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

"Kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori jadi panas semuanya," kata Jokowi.

 

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓