Timses Jokowi: Janji Kursi Menag untuk NU Itu Hal Biasa

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 22 Nov 2018, 08:16 WIB
Diperbarui 22 Nov 2018, 08:16 WIB
Gaya Pidato Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Usai Dapat Nomor Urut
Perbesar
Pasangan capres-cawapres Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) menunjukkan nomor urut peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan nomor urut 01. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Tim Kampanye Nasiona; Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, menilai janji kubu Prabowo-Sandi yang akan memberikan NU jatah kursi Menteri Agama sebagai hal biasa.

"Dari zaman Pak Harto, Bung Karno kan bisa dibilang mayoritas Menag itu dari NU," ujar Arsul di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu 21 November 2018.

Menurut dia, sekarang pun kursi Menteri Agama juga diisi tokoh NU.

"Itu saya kira hal yang kemudian tak perlu ditekankan oleh Pak Jokowi, wong sekarang aja sudah NU, PPP (Partai Persatuan Pembangunan) lagi NU-nya,” lanjut Arsul.

Selain itu, ia menganggap janji ini juga merupakan cara kubu Prabowo untuk meraih simpati dari NU.

"Ya namanya lagi pemilu apa pun dicoba diraih. Asal jangan kayak Pak Mardani Ali Sera, begitu bilang gaji guru mau dinaikan 20 juta, terus Pak Prabowo ngebantah bilang duitnya dari mana? Itu kan enggak kompak namanya," tukasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: