Sandiaga: Minta Maaf soal Tampang Boyolali, Prabowo Negarawan

Oleh Delvira Hutabarat pada 07 Nov 2018, 16:14 WIB
Diperbarui 07 Nov 2018, 16:14 WIB
Capres Prabowo Sapa Pendukungnya di Jalan Imam Bonjol

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno memuji sikap pasangannya, Prabowo Subianto, yang mau meminta maaf atas polemik "tampang Boyolali". Adanya permintaan maaf itu, menurut dia, adalah cerminan sikap negarawan Prabowo.

"Pak Prabowo kan orangnya sangat bijaksana, sangat negarawan. Kalau memang dia menyinggung perasaan, dia meminta maaf pada saatnya, dan dia sudah minta maaf, ya alhamdulillah," ujar Sandiaga di kawasan Lebak Bulus, Rabu (6/11/2018).

Sandiaga pun menjelaskan maksud dari pernyataan kontroversial Prabowo itu. Menurut dia, Prabowo sedang membahas masalah ketimpangan ekonomi, bukan untuk menghina pihak mana pun.

"Ini yang harus kita teladani, mudah-mudahan saya yakin kalau kita fokus untuk bicara masalah ekonomi, khususnya ekonomi rumah tangga, kesenjangan itu, ketimpangan itu bisa kita perbaiki ke depan," katanya.

Sebelumnya, pada video yang beredar, Prabowo mengklarifikasi pernyataan istilah "tampang Boyolali" sekaligus meminta maaf apabila pernyataannya itu menyinggung beberapa pihak.

Pernyataan klarifikasi Prabowo itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah lewat akun Twitter Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

2 dari 2 halaman

Maaf Prabowo

Kehangatan Prabowo Subianto Saat Hadiri Rakernas LDII
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpidato dalam Rakernas LDII di Pondok Gede, Jakarta, Kamis (11/10). Prabowo datang dengan mengenekan kemeja safari cokelat dan peci hitam. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Pernyataan maaf itu disampaikan Prabowo dalam bentuk vlog bersama Koordinator Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil mengunggah vlog itu di akun media sosial Twitter-nya, Selasa (6/11/2018).

Prabowo menjelaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk menghina warga Boyolali. Menurut dia, konteks bicaranya sebagai seorang keluarga dengan para pendukung yang hadir pada waktu itu.

"Cara saya kalau bicara falimilier, istilahnya mungkin bahasa sebagai teman. Audiens pada waktu itu enggak terlalu besar hanya 400-500-an orang, kader dari partai koalisi, peresmian kantor pemenangan," jelas Prabowo.

Lanjutkan Membaca ↓