Gerindra-PKS Berebut Kursi Wagub, Timses Jokowi: Bagaimana Urus Negara?

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 31 Okt 2018, 20:37 WIB
Sandiaga Uno Peluk Erat Anies Baswedan

Liputan6.com, Jakarta - Polemik antara Gerindra dan PKS soal pemilik kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta disindir oleh kubu Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Menurut mereka, bagaimana bisa menyelesaikan urusan yang mudah kalau sangat lama mengambil keputusan.

"Kalau urusan Wagub DKI saja bertele-tele dan susah mengambil keputusannya, maka tentu mengkhawatirkan apabila kepercayaan lebih besar mengurus negara yang lebih luas dan besar permasalahannya, bisa diselesaikan secara cepat," ucap Wakil Ketua TKN Johnny G Plate di Posko Cemara, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Sekretaris Jenderal Partai NasDem ini berharap, polemik wakil gubernur ini agar segera diputuskan supaya Pemprov DKI bisa berjalan dengan baik.

"Saat ini warga DKI berharap agar segera mendapatkan wakil gubernur. Dengan begitu Pak Anies Baswedan segera dibantu oleh wakil gubernur, (sehingga) pemerintahan bisa berjalan efektif, pemerintahan dapat berjalan baik," jelas Johnny.

Dia kemudian menepis anggapan bahwa polemik itu membawa keuntungan bagi kubu Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, bukan itu fokus utamanya.

"Yang kami sampaikan bukan soal untung atau rugi. Bisa dibayangkan, untuk masalah DKI yang relatif bagian dari Indonesia, tidak bisa diselesaikan dengan tepat dan cepat, bagaimana mengurus negara yang lebih besar. Itu yang kami sampaikan," Johnny memungkasi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Ancaman dari PKS

Sebelumnya, PKS DKI Jakarta menyatakan alotnya pembahasan dengan Gerindra soal Wakil Gubernur Ibu Kota hingga menimbulkan polemik, bisa jadi akan mematikan mesin PKS untuk pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi, menjelaskan, kader muda PKS di DKI Jakarta kecewa. Pasalnya, Gerindra ingkar janji terhadap partainya.

"Kekecewaan itu sudah terasa di bawah, terutama kader-kader muda yang kecewa terkait janji soal Wagub DKI tidak dipenuhi. Jika sudah kecewa, otomatis mesin partai pasti mati karena PKS partai kader," kata Suhaimi.

 

Lanjutkan Membaca ↓