Kapitra Ampera Sebut Alumni 212 Lebih Pantas Pilih Jokowi-Ma'ruf Amin

Oleh Liputan6.com pada 11 Okt 2018, 16:58 WIB
Diperbarui 11 Okt 2018, 17:01 WIB
Gaya Pidato Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Usai Dapat Nomor Urut

Liputan6.com, Jakarta - Eks pengacara Rizieq Syihab, Kapitra Ampera mengatakan, pasangan presiden yang pantas dipilih alumni 212 adalah paslon nomor urut 01. Karena, Ma'ruf Amin yang merupakan landasan gerakan tersebut maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi.

"Saya ini, kami ini adalah aktivis 212, tiang besar dari 212. Tiang itu tidak akan ada kalau tidak ada pondasi. Dan runway-nya adalah Pak kiai Ma'ruf Amin," kata Kapitra di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Caleg PDIP itu menjelaskan, awal lahirnya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI karena terbitnya fatwa terkait penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kapitra menyebut fatwa itu keluar langsung dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

"Di situlah lahirnya GNPF MUI, jadi Kiai Ma'ruf adalah tokoh penting dalam gerakan aksi Bela Islam. Maka muncul istilah ijtima ulama dan sebagainya," imbuhnya.

Kapitra menegaskan kalau alumni 212 bergerak demi bela Islam, sepantasnya yang didukung adalah Ma'ruf Amin yang merupakan ulama.

"Karena maaf, Prabowo dan Sandi bukan ulama. Kalau mengatakan gerakan aksi bela Islam termasuk PA 212 di situ orientasinya atau figurnya representasinya adalah kia Ma'ruf Amin," pungkasnya.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 of 2

Dukungan Alumni 212

Sebelumnya diberitakan, eks alumni 212 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Kelompok ini mengatasnamakan Eks Alumni 212 kawal Ma'ruf Amin.

Razman Arief Nasution menjadi Koordinator dan wakilnya Kapitra Ampera. Sedangkan, Persaudaraan Alumni 212 menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Mereka menyatakan dukungan lewat ijtima ulama GNPF.

Reporter: Ahda Bayhaqi 

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓