Relawan Jokowi Tempo Dulu Membelot Dukung Prabowo-Sandiaga

Oleh Ady Anugrahadi pada 14 Sep 2018, 23:47 WIB
Relawan yang pernah membela Jokowi pada Pilpers 2014 kini mendukung Prabowo-Sandiaga.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kelompok menyatakan dukungan ke bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menariknya, salah satu kelompok itu merupakan kumpulan orang-orang yang pernah membela Joko Widodo atau Jokowi pada Pilpers 2014.

Mereka yakni Guntur Siregar (Sekjen Projo), Ucok Syafti Hidayat (Pendiri Bara JP), Febby Lintang (Jaringan Alumni Lintas Perguruan Tinggi), Dadan Hamdani (Deklarator Jokower) yang tergabung dalam wadah Indonesia Muda Maju Bersama Sandiaga.

Mereka kini berpindah haluan mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

Ketua Relawan Indonesia Muda, Lutfi Nasution mengatakan, berubahnya arah dukungan mereka, karena Jokowi tidak menjalankan maksimal Nawacita yang telah disusun bersama. Penilaian ini berdasarkan evaluasi yang dilakukan mereka selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Oleh karena itu, mereka menilai, harus ada sosok pemimpin baru yang dapat menjawab tantangan ke depan yang lebih besar.

"Kaum muda membutuhkan pemimpin yang memiliki visi ke depan yang dapat diharapkan untuk menuntaskan masalah masalah tersebut. INDONESIA MUDA memutuskan bahwa harapan itu pada pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan datang dapat diemban oleh Prabowo-Sandiaga Uno. Figur Sandiaga Uno dianggap mampu untuk menyelesaikan masalah perekonomian terkait lapangan pekerjaan, UMKM dan mampu menekan kenaikan harga sembako," kata Lutfi di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

"Sosok Sandi adalah figur muda yang cerdas, kreatif dan sholeh. Sandiaga adalah sosok yang berjiwa muda, dan memiliki kedekatan emosional dengan kalangan muda milenial yang menjadi ujung tombak masa depan bangsa," dia menandaskan.

 

2 of 2

Konflik Internal?

Relawan yang pernah membela Jokowi pada Pilpers 2014 kini mendukung Prabowo-Sandiaga. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Relawan yang pernah membela Jokowi pada Pilpers 2014 kini mendukung Prabowo-Sandiaga. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Sementara itu, mantan Sekjen Projo, Guntur Siregar membeberkan alasannya pindah ke kubu Prabowo-Sandi. Antara lain karena konflik internal, di samping karena tidak terwujudnya beberapa program nawacita.

"Sejarahnya agak panjang, dari pilkada DKI berlanjut konflik internal dan saya melihat Jokowi tidak memperjuangkan nawacita. Jadi nawacita itu hilang ditelan bumi dan kami lihat kok kesininya rakyat makin sengsara seolah-olah Jokowi ini ada mengendalikan dari kelompok lain dan rakyat dibikin berantem saling curiga, ini nggak benar," ujar dia.

"Buat kita ini enggak bisa diteruskan dan saya merasa berdosa memperjuangkan beliau jadi Presiden untuk itu saya akan berbuat memulangkan beliau ke Solo 2019," dia melanjutkan.

Dia pun mengklaim hampir seluruh relawan Projo akan mengikuti jejaknya.

"Hampir seluruh cabang di Sumatra, kecuali Jawa tengah dan Jawa Barat," tutup Guntur.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by