3 Kejutan dari Koalisi Jokowi Jelang Pilpres 2019

Oleh Liputan6.com pada 03 Sep 2018, 07:50 WIB
Diperbarui 03 Sep 2018, 07:50 WIB
Lihat Kemeja Motif Unik Jokowi Saat Cek Kesehatan di RSPAD
Perbesar
Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) dan KH Ma'ruf Amin (kiri) saat tiba di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8). Jokowi dan KH Ma'ruf Amin tiba pukul 08.00 WIB. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Koalisi Jokowi tengah sibuk menyiapkan berbagai strategi untuk kemenangan Pilpres 2019 mendatang. Berbagai kejutan pun ditunjukkan jelang pesta demokrasi tersebut.

Sebelumnya jelang detik-detik pengumuman pendamping Jokowi, nama yang muncul juga di luar dugaan. Kala itu, nama Mahfud MD digadang-gadang bakal menjadi calon kuat mendampingi petahana maju dalam Pilpres 2019.

Namun saat pengumuman tiba, nama mantan Mahkamah Konstitusi itu tidak disebut. Jokowi lebih memilih nama Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden periode 2019-2024.

Tak sampai di situ, usai menentukan wakil Jokowi, koalisi menampilkan kejutan lainnya. Mulai dari klaim menggandeng tokoh partai lain untuk menjadi jubirnya hingga menyebut salah satu ustaz kondang masuk dalam tim pemenangan koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Berikut ini ulasan 3 kejutan dari koalisi Jokowi-Ma'ruf jelang Pilpres 2019.

 

2 dari 4 halaman

1. Gandeng Yusuf Mansur

Yusuf Mansur
Perbesar
Tokoh-Tokoh Agama yang Ikut Demo 2 Desember

Secara mengejutkan bakal cawapres Ma'ruf Amin mengklaim jika Ustaz Yusuf Mansur akan masuk ke dalam tim pemenangan Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Soal posisi Yusuf di tim pemenangan, Ma'ruf mengaku tidak ingat. Dia hanya menegaskan bahwa Yusuf sudah pasti masuk sebagai tim sukses.

"Ya, ya. Pokoknya Yusuf Mansur ikut. Ikut bersama," ucap Ma'ruf usai rapat konsolidasi PBNU se-Indonesia di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Kamis 30 Agustus 2018.

Sementara itu, Ustaz Yusuf Mansur menyebut posisinya tidak berada di salah satu pasangan calon presiden dan wapres. Ia mengaku berada di tengah.

“Saya sih maunya jadi ustaz, ulama, sekarang posisi masih baru, belum ulama, doain bisa jadi ulama. Kan gini, yang main di tengah ini perlu ada yang ngademin,” kata dia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 31 Agustus 2018.

Menurut dia, dengan menjadi orang yang tak berpihak atau di tengah, akan membawa kesejukan.

"Posisinya bawa kesejukan, juga berdoanya buat semua, saya memilih posisi itu atas izin Allah SWT. Tapi kan di sini saya juga belajar banyak. Saya bersyukur di usia ini diizinkan Allah mengalami peristiwa besar, orang lain ngeliatnya dari deket, deket dengan Pak Jokowi, deket Kiai Ma'ruf, deket Pak Prabwoo, deket Pak Sandi,” jelas Yusuf Mansur.

 

3 dari 4 halaman

2. Deddy Mizwar Gabung ke Jokowi

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar
Perbesar
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar

Bergabungnya Deddy Mizwar ke kubu Jokowi sangat mengejutkan berbagai kalangan. Deddy merupakan kader Demokrat, di mana partai tersebut sebagai pendukung Prabowo-Sandiaga.

Penunjukan Deddy ternyata tidak dilakukan secara mendadak karena sudah terjalin komunikasi cukup lama. Deddy dipilih lantaran sesuai dengan visi misi Jokowi-Ma'ruf. Selain itu, ada pula pertimbangan-pertimbangan strategis terkait pemilihan Deddy.

Ada tiga alasan penunjukkan Deddy sebagai jubir pasangan Jokowi dan Ma'ruf, yaitu mengamankan suara Jawa Barat, ciptakan kampanye adem, dan populer.

Menanggapi itu, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku akan menjelaskan sikap politiknya di hari ulang tahun Partai Demokrat 9 September mendatang.

"Insyallah kalau tanggal 9 (September 2018) saya diundang di DPP saya akan hadir. Saya akan datang dan menjelaskan sikap politik saya," kata Deddy Mizwar di rumah pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 1 September 2018.

Deddy enggan menjelaskan alasan keberadaannya di kubu Jokowi-Ma'ruf. dia tak ingin membandingkan satu sama lain.

"Biarkan saya dan persepsi saya. Tapi dalam agama memilih yang lebih baik dan minimal yang buruknya sedikit. Saya enggak bisa paksakan kehendak saya menyampaikan yang baik kepada siapa yang kita dukung. Jadi pemilu yang indah," papar dia.

 

4 dari 4 halaman

3. Muncul Nama Erick Thohir

Erick Thohir
Perbesar
Erick Thohir dalam pembukaan Asian Games 2018. (vidio.com)

Nama Erick Thohir belakangan santer dikabarkan akan didapuk sebagai ketua tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Disinyalir Erick dilirik lantaran keberhasilannya menyelenggarakan Asian Games 2018.

Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Puan Maharani tidak menepis nama Ketua Inasgoc masuk radar tersebut.

"Ya bisa aja masuk karena mereka (Erick dan Najwa) juga sosok yang saat ini sering muncul dan masih anak muda. Jadi bisa saja," kata Puan di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Kamis 30 Agustus 2018.

Menanggapi itu, Erick pun enggan menyatakan kemungkinan dirinya menjadi timses Jokowi-Ma'ruf. Usai Asian Games 2018, dia menyatakan akan menjalankan ibadah umrah dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

"Saya belum ada hal itu, jadi no comment," jelas Erick Thohir.

 

Reporter : Desi Aditia Ningrum

Lanjutkan Membaca ↓