Demokrat: Deddy Mizwar Mestinya Taat dengan Sikap Resmi Partai

Oleh Liputan6.com pada 28 Agu 2018, 20:58 WIB
Diperbarui 30 Agu 2018, 20:13 WIB
Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar telah didapuk menjadi salah satu juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Merespons itu, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Demiz masih resmi menjadi kader Demokrat.

"Sampai saat ini Deddy Mizwar masih resmi menjadi kader Partai Demokrat. Belum pernah mengundurkan diri dan belum pernah diberhentikan," kata Ferdinand kepada merdeka.com, Selasa (28/8/2018).

Lanjutnya, keputusan Deddy Mizwar yang kemudian memilih menjadi jubir tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf adalah hak politiknya secara pribadi. Menurut Ferdinand, ini demokrasi yang tidak bisa memaksa semua orang untuk sama.

"Namun demikian, Dedy Mizwar mestinya menghormati sikap resmi partai dan aturan yang berlaku di partai. Terkait disiplin partai, biar Dewan Kehormatan dan Komisi Pengawas yang memutuskan," ucapnya.

Jika benar menjadi timses, Deddy Mizwar juga mesti siap menerima kritikan publik. Demokrat sendiri sudah resmi mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Saya pikir Deddy Mizwar tahu aturan organisasi dan dengan itu juga Deddy harus siap jika kemudian dinilai publik sebagai politisi yang tak punya prinsip. Berpolitik hanya mau mencari keuntungan pribadi," tutur Ferdinand.

Sebelumnya, Deddy Mizwar mengungkapkan soal statusnya yang jadi kader Demokrat, lebih baik ditanyakan kepada Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan.

"Tanyakan ke Sekjen. Saya sudah komunikasikan ke Beliau. Kan, ada etika," ungkap Deddy.

 

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

Reporter: Muhammad Genantan Saputra