Otak-atik Politik Jelang Pilpres 2019

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 22 Apr 2018, 09:18 WIB

Fokus, Bogor - Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu, mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto resmi menerima mandat untuk maju dalam pertarungan Pilpres 2019. Partai Gerindra mengusung Prabowo sebagai calon presiden.

Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Minggu (22/4/2018), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mempersiapkan sejumlah nama calon wakil presiden, untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Partai Demokrat yang mengklaim partai penyeimbang masih belum menentukan arah koalisi atau bahkan memunculkan nama tersendiri selain Joko Widodo dan Prabowo.

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebankitan Bangsa (PKB), masih mengamati dan baru akan memutuskan koalisi, usai pilkada serentak. Kendati Ketua Umum PKB, yakni Cak Imin sudah bermanuver akan mendukung Jokowi dan mendeklarasikan diri sebagai cawapresnya.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi Prabowo kurang percaya diri untuk maju di Pilpres 2019. Di antaranya dukungan partai, elektabilitas di kisaran 20 hingga 25 persen, sementara Jokowi sudah di atas 40 persen.

Sejumlah nama-nama baru pada percaturan politik nasional seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Muhaimin Iskandar masih bisa bersaing dengan Prabowo Subianto dan Joko Widodo, untuk mencalonkan diri sebagai Capres 2019.

Jika Prabowo mundur dari pencalonan, kesempatan menjadi Bapak Bangsa terbuka lebar.

Hingga kini sejumlah partai politik besar, masih mencari teman koalisi dan komunikasi politik. Sehingga calon presiden maupun wakilnya masih misterius.

Antisipasi calon tunggal melawan kotak kosong, sesuai undang-undang pemilu, KPU akan menolak calon tunggal.

Sementara, Partai Gerindra baru memberikan mandat kepada Prabowo. Namun, maju tidaknya sebagai capres, tetap masih tanda tanya atau bahkan Partai Gerindra dengan koalisi akan mengusung calon selain Prabowo.