PDIP dan Demokrat Matangkan Duet Jokowi-AHY di Pilpres 2019?

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 26 Feb 2018, 09:40 WIB
Diperbarui 31 Jul 2018, 10:14 WIB

Liputan6.com, Denpasar - Rakernas III PDI Perjuangan, resmi ditutup pada Minggu, 25 Februari 2018. Rakernas merekomendasikan seluruh kader untuk menyukseskan pencalonan Jokowi sebagai Capres 2019.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (26/2/2018), sejauh ini belum ditentukan siapa yang akan jadi cawapres. Sementara, dengan menyandingkan Jokowi dengan salah satu kader Pdi Perjuangan, bisa menjadi salah satu pilihan.

Rakernas ini merekomendasikan kepada seluruh kader PDI Perjuangan untuk mengamankan, menjaga dan mensuksekan keputusan Ketua Umum, dengan mencalonkan kembali Jokowi sebagai Capres 2019.

Namun hingga Rakernas ditutup, belum dipastikan siapa cawapres yang akan diusung di Pilpres 2019. Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, menyandingkan kader internal partai dengan Jokowi bisa menjadi salah satu pilihan. Nantinya daftar capres akan dibicarakan dengan Jokowi dan partai pengusung.

"Ini masalahnya adalah mengenai untuk kepentingan nasional, jadi tentu saja nanti kalau di PDI Perjuangan itu ya Ibu Ketua Umum yang punya prerogatif dengan pertimbangan yang matang dan kemudian menentukan kira-kira siapa yang diusulkan. Tentu saja setelah komunikasi politik dengan capresnya, mungkin juga dengan partai pendukung lain," ucap Puan Maharani.

Sejauh ini Jokowi sudah diusung sebagai Capres 2019 oleh delapan partai. Selain itu, komunikasi dengan Partai Demokrat juga mulai dibangun dengan merespons keinginan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Megawati yang diwakili Prananda Prabowo dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.