Rekomendasi PKB untuk Pilkada Jember Akhirnya Turun, Jatuh ke Tangan Abdussalam-Ifan

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 05 Sep 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 05 Sep 2020, 13:19 WIB
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)
Perbesar
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)

Liputan6.com, Jakarta Rekomendasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya turun untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, Abdussalam dan Ifan Ariadna di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jember tahun 2020.

Ketua DPC PKB Jember Syaiful Bahri Anshori didampingi sejumlah pengurus partai menyerahkan langsung surat rekomendasi tersebut kepada pasangan calon di Kantor DPC PKB setempat pada Jumat (4/9/2020) malam.

"Surat rekomendasi sebenarnya sudah keluar pada 1 September 2020, namun baru diserahkan pada Jumat (4/9/2020) malam," kata Sekretaris DPC PKB Jember Ayub Junaidi di Jember, Sabtu (5/9/2020).

DPC PKB Jember menggelar kegiatan seremonial penyerahan rekomendasi dan formulir B1-KWK yang diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Syaiful Bahri Anshori dan Sekretaris Ayub Junaidi kepada Abdussalam dan Ifan Ariadna di kantor DPC PKB Jember.

"Surat rekomendasi itu baru bisa diserahkan karena Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jatim Abdul Halim Iskandar baru sempat menyerahkan langsung kepada DPC PKB karena kesibukan beliau yang juga menjabat seorang menteri," tuturnya seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan rekomendasi PKB jatuh ke Abdussalam dan Ifan Ariadna karena komunikasi Ifan dengan para kiai sudah terjalin lama, sehingga mendapat restu dari para ulama.

"Gagasan koalisi PKB dan PDI Perjuangan itu sejak lama. Gerakan nasionalis relijius ini betul-betul menjadi kerangka kebersamaan untuk membangun Jember. Alhamdulillah, PKB dan PDIP sama, termasuk dengan partai lain termasuk PAN, Perindo, Berkarya, dan Golkar," ujarnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Paling Lama Tentukan Rekomendasi

Ayub menjelaskan awalnya memang ada keinginan ideal untuk menggabungkan semua partai dalam koalisi besar yang mengusung satu pasangan calon agar bisa berhadapan (head to head) dengan petahana Faida yang menggandeng Vian.

"Namun realitas politik berbeda, sehingga head to head tidak bisa dilakukan. Negara ini kan demokrasi, sehingga kami menghormati keputusan teman-teman dan yang penting perubahan bisa segera terjadi," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, secara pemetaan politik kemenangan atas petahana tidak harus tergantung pada jumlah calon penantang, sehingga tidak harus head-to-head dan menurutnya ideal dengan tiga pasangan calon yang maju dalam Pilkada Jember.

Sebelumnya PKB merupakan partai yang paling lama menentukan rekomendasi untuk mengusung pasangan calon kepala daerah karena semua parpol sudah menerbitkan rekomendasi untuk mengusung pasangan calon sebelum pendaftaran calon kepala daerah dibuka pada 4 September 2020.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya