Indo Barometer: PDIP Lebih Siap di Pilkada 2020, Peluang Menang Terbuka

Oleh Liputan6.com pada 12 Agu 2020, 11:03 WIB
Diperbarui 12 Agu 2020, 11:08 WIB
PDIP Umumkan 48 Calon Kepala Daerah Pilkada 2020
Perbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) bertepuk tangan saat menghadiri pengumuman nama calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di DPP PDIP, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Pengumuman 48 nama calon yang akan maju Pilkada 2020 ini masuk dalam gelombang pertama. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengumumkan rekomendasi calon kepala daerah dalam tiga gelombang untuk Pilkada 2020. Totalnya ada 169 rekomendasi.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, langkah partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menunjukkan lebih siap dibandingkan sebelumnya. Menurut dia, PDIP biasanya selalu mengumumkan nama di akhir masa pendaftaran.

"Saya lihat PDIP jauh lebih proaktif dibandingkan dengan pilkada sebelumnya. Menurut saya dari segi timing, ini sebuah kemajuan yang sangat signifikan. Apalagi sekarang sudah gelombang ketiga," kata Qodari, Rabu (12/8/2020).

Dia memandang, apa yang dilakukan PDIP sangat sistematis. Selain memberikan gambaran ke publik bahwa internal partai bekerja dengan baik, juga memberi sinyal calon diusung pada Pilkada 2020 memang mempunyai kompetensi yang bagus.

"Itu memberikan harapan atau kemungkinan bahwa memang calon yang diajukan oleh PDIP di tahun 2020 ini lebih bagus," jelas Qodari.

Dia menuturkan, untuk peluang menang memang belum bisa diprediksi lebih spesifik. Namun, dengan gambaran ini, jelas PDIP lebih matang mempersiapkan jagoannya, sehingga kesempatan menang terbuka.

"Pertama, peluang menangnya lebih bagus. Kedua kualitasnya (calon kepala daerah) lebih bagus. Karena pengambilan keputusan itu sekali lagi bersifat sistematis dan menggunakan kriteria-kriteria yang terukur. Itu diharapkan bisa menghasilkan calon yang berpeluang menang dan sekaligus punya kualitas yang baik," kata Qodari.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Menanti Momentum

PDIP
Perbesar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya selalu menantikan momentum politik yang tepat untuk mengumumkan para calon kepala daerah.

Maka itu, setelah pengumuman gelombang III pada hari ini dengan 75 pasangan calon, pengumuman gelombang IV akan menyusul termasuk untuk Pilwalkot Surabaya.

Hal itu disampaikan Hasto dalam rapat PDIP untuk pengumuman 75 pasangan calon (paslon) yang akan maju di pilkada serentak 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Selasa 11 Agustus 2020.

Dalam pengumuman gelombang III di mana termasuk pasangan Bobby Nasution-Aulia Rahma di Pilwalkot Medan, PDIP melaksanakannya sejalan dengan jelang peringatan HUT Kemerdekaan ke-75 RI.

"Dengan semangat patriotisme dan diinspirasi oleh apa yang disampaikan oleh Bung Karno, ketika sebelum membacakan teks proklamasi, beliau menegaskan 'hanya bangsa yang berani yang meletakkan nasib bangsa dan nasib tanah air di tangan kita sendiri, akan berdiri dengan kuatnya," kata Hasto.

Dengan itu, diharapkan para calon kepala daerah bisa menyatukan diri dengan spirit kemerdekaan Indonesia. Bahwa perjuangan kemerdekaan itu tidak hanya mengandung semangat pembebasan dan cinta tanah air, tetapi juga semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat dan berdiri di atas kaki sendiri.

Karena momentum itu pula, di dalam pengumuman gelombang pertama pada 19 Februari, telah diumumkan 49 pasangan calon. Gelombang kedua pada 17 Juli diumumkan 45 pasang calon, yang mengambil angka simbolik kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-45.

Lalu gelombang ketiga pada 11 Agustus, 75 pasangan calon yang menunjukkan 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Adapun, untuk gelombang keempat, pihaknya akan mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur bersama dengan beberapa daerah.

"Seperti kota Surabaya dan seluruh calon dari Provinsi Bali akan diumumkan sebagai puncak pengumuman pasangan calon tersebut," pungkas Hasto.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya