KPU Optimalkan Gugus Keamanan Siber untuk Kawal Pilkada 2020

Oleh Liputan6.com pada 19 Jul 2020, 14:51 WIB
Diperbarui 19 Jul 2020, 14:57 WIB
Viryan Aziz
Perbesar
Komisioner KPU, Viryan Aziz menunggu pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Viryan Azis diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengoptimalisasi keamanan siber untuk menjamin berlangsungnya Pilkada 2020. Caranya dengan mengoptimalkan sistem gugus tugas keamanan siber KPU.

"Gugus keamanan siber insya Allah akan kita optimalkan kembali. Biasanya kita lihat perilaku penyerang itu pada saat hari pemungutan suara yaitu ke situng atau web sejenis," kata komisioner KPU Viryan Azis dalam diskusi virtual Perludem, Minggu (19/7/2020). 

Dia mengungkapkan, sejumlah pihak sudah dilibatkan dalam gugus tugas keamanan siber untuk pemilu 2019 lalu. Diantaranya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), kemudian cyber crime Mabes Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dia mencontohkan, serangan hacker terhadap KPU pada Pemilu 2019.

"Alhamdulilah meskipun serangannya luar biasa ada pemilu 2019 ke situng, seingat saya tidak pernah sampai ada serangan yang berhasil secara efektif dan ini hal yang kita patut kita syukuri dan menjadi pembelajaran," kata dia. 

Viryan menambahkan, peretasan teknologi informasi terhadap KPU memang kerap terjadi. Banyak pihak dengan beragam motif mulai dari iseng hingga serius.

"2004 itu, kalau ingat, logo partai berubah menjadi buah-buahan," ucapnya.

Viryan menambahkan, setelah laman lindungihakpilihmu.kpu. go.id yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya langsung melakukan penguatan sistem keamanan di sejumlah aplikasi dan jaringan. KPU juga sudah memasang firewall dan mengamankan aplikasi serta jaringan.

"Terkait keamanan aplikasi kami membedakan antara server produksi dengan server publikasi sehingga ketika terjadi serangan pun efektif kepada publikasi yang ada pun tidak akan berpengaruh kepada data dan ini praktek baik yang akan kami teruskan," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Audit Aplikasi

KPU juga akan melakukan pen test atau audit sejak dini sebelum aplikasi itu digunakan. Hal itu intens dilakukan untuk persiapan e-rekap.

"Jadi praktek kesehatan siber ini penting, contoh-contoh sederhana misalnya email selalu diperbarui passwordnya sebulan sekali," ucapnya. 

Sebelumnya, laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id untuk pengecekan dan pemutakhiran data pemilih Pilkada Serentak 2020 sulit diakses saat peluncuran Gerakan Klik Bersama (GKS),  pada Rabu (15/7) lalu. Semula KPU akan menggelar dialog melalui konferensi televideo dalam acara GKS tersebut. Tetapi, itensitas serangan yang tinggi membuat agenda itu diurungkan.

Laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id diharapkan mempermudah masyarakat mengecek nama di daftar pemilih. Masyarakat dapat melakukan pengecekan mandiri tanpa harus datang ke kantor KPU.

Reporter: M Genantan

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait