Bupati Klaten: Ada Kekeliruan Penempelan Hand Sanitizer

pada 02 Mei 2020, 11:32 WIB
Diperbarui 02 Mei 2020, 11:32 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani. (Foto: Instagram @yani_sunarno)

Jakarta - Bupati Klaten Sri Mulyani kembali menjelaskan tertempelnya stiker bergambar dirinya pada botol hand sanitizer bantuan lantaran ada kekeliruan penempelan.

Sebelumnya, sebuah foto botol hand sanitizer bergambar Bupati Klaten Sri Mulyani menjadi pembahasan di media sosial. Setelah foto tersebut dibuka, ternyata terdapat stiker bertulisan '#Kemensos Hadir'. Hand sanitizer tersebut sejatinya merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Mungkin dunia bilang ini tahun politik atau akan ada pilkada dikaitkan. Tetapi secara pribadi bahwa saya berbuat untuk rakyat. Saya berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi di sisi lain ada kekeliruan atau mungkin ada yang memanfaatkan momen ini. Sangat-sangat menjadi instropeksi saya bahwa dalam kondisi seperti ini harus selalu hati-hati melangkah. Karena pihak lawan mencari sesuatu di saya," kata Mulyani seperti dikutip dari Solopo, Jumat (1/5/2020).

Istri mantan Bupati Klaten Sunarna itu juga mengklaim permasalahan yang menjadi viral di medsos sudah berakhir terang. Dia juga menyinggung soal bantuan paket sembako yang dibagikan di DPC PDIP Klaten.

"Intinya kemarin sudah klir, bahwa terkait sembako, karena unggahan pertama itu kaitannya sembako, tempelan dari DPC itu murni dari Ketua DPC. Ada kekeliruan penempelan (stiker) hand sanitizer. Jadi ini murni kesalahan. Tidak ada niatan memanfaatkan momen ini," kata Sri Mulyani.

Terkait stiker bergambar foto dirinya yang ramai diperbincangkan di medsos hingga menjadi trending topic di twitter, Mulyani mengaku tak ingin terlalu terbawa kabar di medsos.

"Intinya kalau terlalu mengikuti di medsos ya nanti tidak akan berbuat. Karena memang riil yang ada di dunia maya itu berbeda dengan apa yang saya lakukan. Dan ini benar-benar dimanfaatkan seseorang dan saya tahu persis yang melakukan ini semuanya," jelas wanita yang juga ketua DPC PDIP Klaten itu.

Sri Mulyani tak menyebutkan lebih lanjut terkait pihak yang ia maksud. Terkait ada atau tidaknya upaya hukum, Sri Mulyani menuturkan akan melihat perkembangan lebih lanjut.

"Itu internal, nanti akan kami lakukan sendiri. Kami lihat perkembangan," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Pengadaan Pribadi

Mulyani mengakui ada botol hand sanitizer dengan stiker gambar foto dirinya selaku Bupati Klaten yang tertempal pada botol berukuran 100 ml. Dia menjelaskan hand sanitizer itu dibagikan ke masyarakat.

"Hand sanitizer yang besar itu sasarannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan yang besar itu biasa saya berikan saat saya di lapangan. Ada orang yang membutuhkan, saya bagikan satu-satu," kata dia.

Mulyani menegaskan pengadaan hand sanitizer dengan botol berstiker gambar foto dirinya merupakan pengadaan pribadi atau tidak menggunakan dana APBD.

"Itu pengadaan non APBD dan itu pribadi. Sementara ini yang bersumber dari APBD itu ada di Dinkes dan didistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit," jelasnya.

Sementara paket sembako yang dialokasikan menggunakan dana APBD melalui belanja tidak terduga selama ini diberikan kepada orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), serta orang tanpa gejala (OTG).

"Kalau yang saya bagi ke tukang becak, ojol, serta pedagang kantin itu semua non APBD. ada yang pribadi dan sukarelawan serta donatur," tutur dia.

Simak berita solopos lainnya di sini.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓