Pilkada Surabaya, Golkar: Koalisi dengan Partai Lain Suatu Keniscayaan

Oleh Liputan6.com pada 13 Mar 2020, 14:54 WIB
Diperbarui 15 Mar 2020, 16:12 WIB
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)

Liputan6.com, Jakarta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Surabaya menjajaki kemungkinan koalisi dengan sejumlah partai politik untuk mengusung bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Surabaya tahun ini.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD II Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan bahwa koalisi dengan partai lain suatu keniscayaan untuk mencukupi syarat jumlah minimal kursi di legislatif.

"Kalau berkoalisi dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera), hasil survei nanti yang akan menentukan siapa yang diusung jadi cawali (calon wali kota) karena jumlah kursinya sama," kata Arif dilansir Antara, Jumat (13/3/2020). 

Begitu pula, jika berkoalisi dengan Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (MA) yang telah diusung sejumlah parpol (PKB, PAN, Gerindra, NasDem, PPP, dan Demokrat), pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Jatim Zahrul Azhar Asad (Gus Han) yang akan diajukan sebagai bakal calon wakil wali kota.

"Kalau koalisi dengan PDIP, Gus Han juga akan diajukan sebagai bakal calon wakil wali kota," lanjut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya ini.

Gus Han juga dinilai memilii peluang besar mendapat rekomendasi dari Partai Golkar. Hal ini menyusul Ketua Umum DPP Partai Golkar memberikan sinyal kuat untuk mengusung kadernya di pilkada.

"Dalam pidatonya, Ketua Umum DPP Partai Golkar mengatakan kalau memprioritaskan ketua DPD II untuk menjadi calon kepala daerah. Akan tetapi, kalau mereka tidak mencalonkan, baru memilih pengurus yang berpotensi," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Gus Han Paling Berpeluang

Menurut Arif, Gus Han yang paling berpeluang karena Ketua DPD II Partai Golkar Kota Surabaya Blegur Prijanggono tidak mencalonkan diri. Begitu pula, Adies Kadir (anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI).

"Gus Han sampai sekarang terus menyapa masyarakat lewat jejaring yang sudah dibuka Partai Golkar," katanya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini menambahkan bahwa pihaknya sudah menyerahkan tiga figur ke DPP Partai Golkar. Selain Gus Han, ada Machfud Arifin dan kader internal yang namanya masih dirahasiakan. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓