Amankan Pilkada Gresik, Bawaslu Gandeng Polres dan Kejaksaan

pada 13 Mar 2020, 09:16 WIB
Diperbarui 13 Mar 2020, 09:18 WIB
ilustrasi Pilkada serentak

Jakarta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggandeng Polres dan Kejaksaan Gresik untuk memaksimalkan pengawasan saat Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Gresik 2020. 

Nota kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Kajari Gresik Heru Winato dan Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi.

"Harapan kami dalam seluruh tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2020, jika ditemukan unsur pelanggaran terutama dalam konteks pidana," kata Imron, Kamis (12/3/2020).

Bentuk kerjasama ini lanjut dia, agar pengawasan Pilkada Gresik 2020 terus berjalan maksimal.

"Sebab, kami sudah tuntas dalam ranah integritas, harus tegak lurus dalam bekerja sesuai Undang-Undang," tegasnya.

 

2 dari 3 halaman

Kompak dan Netral

Politik Uang Masih Jadi Masalah Serius di Pilkada Ternate
Untuk wilayah Provinsi Maluku Utara terdapat 8 kabupaten kota menggelar Pilkada 2020. Kota Ternate masuk pada urutan ketiga di Indonesia paling rawan politik uang.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengingatkan pada seluruh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk menjaga kekompakan dan selalu tegak lurus terutama dalam konteks netralitas terhadap aparatus sipil negara (ASN), Polri, TNI serta komponen lain.

"Kami juga sudah siapkan para penyidik yang sudah teruji dalam rangka sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu)," imbuh kapolres usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan kejaksaan dan Bawaslu dalam rangka Pilkada Gresik 2020.

 

Simak berita Times Indonesia lainnya di sini

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓