PPP, PAN, dan PKS Bentuk Poros Baru di Pilkada Bantul 2020

pada 21 Feb 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 21 Feb 2020, 13:15 WIB
ilustrasi Pilkada serentak

Jakarta Wacana untuk memunculkan poros baru atau pasangan ketiga pada Pilkada Bantul 2020 terus menggelinding. Wacana ini awalnya dimunculkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). 

Saat ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepakat mendukung wacana memunculkan calon pasangan bupati dan wakil bupati alternatif. 

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan ketiga pimpinan partai politik (parpol) di sebuah warung kopi di wilayah Banguntapan, Bantul.

Dalam pertemuan yang terkesan santai ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Banrul Mahmud Ardi Widhanto, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Amir Syarifudin, dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Hasyim Turmudzi sepakat membentuk koalisi untuk mengusung pasangan calon kepala daerah pada Pilkada Bantul 2020. 

Ketua DPC PPP Bantul Hasyim Turmudzi mengaku akan segera mendeklarasikan koalisi yang berdasarkan perolehan kursi di DPRD Bantul apabila sudah memenuhi syarat minimal untuk mengusung pasangan calon kepala daerah.

 

2 dari 3 halaman

Merangkul Partai Kecil

Untuk memperkuat koalisi, Hasyim menyebut pihaknya akan merangkul partai-partai kecil yang memiliki wakil di DPRD Bantul. 

"Setelah deklarasi, dilanjutkan melengkapi kepengurusan koalisi," jelas politisi yang ditunjuk menjadi ketua koalisi kerakyatan saat dihubungi lewat telepon. 

Sementara itu, Ketua DPC PKS Bantul Amir Syarifudin menjelaskan, upaya untuk memberikan banyak pilihan calon kepala daerah kepada warga Bantul menjadi alasan utama munculnya wacana membentuk poros baru ini.

Namun, Amir memastikan koalisi untuk Pilkada Bantul 2020 ini masih bersifat embrio. Sehingga masih membutuhkan pertemuan yang lebih intens di antara pimpinan partai politik.

"Menentukan calon pasangan kepala daerah yang akan diusung menjadi salah satu hal yang akan dibicarakan dalam pertemuan," jelas anggota Komisi A DPRD DIY ini. 

 

Simak berita Times Indonesia lainnya di sini

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓