PAN dan Demokrat Bentuk Posko Bersama di Pilkada Jember

Oleh Liputan6.com pada 05 Feb 2020, 09:15 WIB
Diperbarui 05 Feb 2020, 09:15 WIB
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)
Perbesar
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)

Liputan6.com, Jakarta - Peta politik jelang Pilkada Jember 2020 mulai tampak. Terlebih, kandidat petahana Bupati Jember Faida menyatakan diri maju lewat jalur independen.

Giliran PAN dan Demokrat deklarasi membentuk posko bersama pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Jember. PAN dan Partai Demokrat, memang sudah bergabung dalam satu fraksi di DPRD Jember. Pilkada Serentak 2020 akan digelar pada September nanti.

"Koalisi kami bukan pragmatis, karena kami sudah bersatu di fraksi di DPRD Jember," ujar Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember, Agusta Jaka Purwana saat deklarasi pembentukan posko pendaftaran bacabup bersama itu pada Selasa (4/2/2020) sore.

Turut hadir dalam deklarasi tersebut, pimpinan DPC Partai Demokrat Jember dan DPD PAN Jember.

PAN dan Demokrat, pasca pemilu 2019, bergabung bersama Partai Golkar, membentuk Fraksi Pandekar (PAN, Demokrat dan Golkar) di DPRD Jember.

"Kalau Golkar belum bisa, karena mereka punya mekanisme sendiri dalam penetapan kandidat cabup nanti," lanjut Agusta yang juga menjadi Ketua Fraksi Pandekar di DPRD Jember ini.

Agusta mengakui, keputusan akhir tentang pasangan calon yang akan diusung dalam Pilkada Jember 2020 nanti sepenuhnya akan ada di tangan DPP masing-masing partai. Namun, kedua pengurus partai di tingkat Jember itu akan berusaha mengawal, agar calon yang mendaftar di pos pendaftaran bersama ini, yang nantinya akan diusung oleh kedua partai tersebut.

Upaya pengawalan tidak hanya untuk mendapat rekom dari pengurus pusat di kedua partai. Tetapi juga membantu kandidat mendapatkan tambahan dukungan dari partai lain.

"Siapa pun nanti yang daftar dan direkom oleh PAN-Demokrat di tingkat Jember, akan kami perjuangkan, termasuk menggandeng partai lain. Boleh jadi, kandidat yang mendaftar ke sini, adalah mereka yang sudah dapat dukungan dari partai lain," ujar politisi yang juga atlet beladiri Kempo ini.

Kedua partai ini, masing-masing memiliki dua kursi, sehingga jika dijumlah akan menjadi empat kursi. Artinya, masih kurang dukungan 6 kursi dari partai lain. Meski demikian, Agusta optimistis, modal kursi yang dimiliki oleh kedua partai ini, bisa dikonversi menjadi dukungan solid dari konstituen untuk mendukung pasangan yang akan diusung.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PAN Jember, Lilik Niamah berharap, kebersamaan kedua partai di tingkat daerah ini, akan mendapat restu dari pengurus pusat kedua partai.

"Dengan pendaftaran bersama, maka bacabup-bacawabup yang mendaftar, akan langsung diterima di dua partai. Jadi sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Semoga saja, di pusat juga bisa bersama-sama (untuk rekom pasangan calon)," ujar Lilik.

Saksikan video di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Posko di Kafe

Menariknya, posko pendaftaran bersama PAN-Demokrat itu dibuka di salah satu kafe yang ada di kawasan pusat kota Jember. Pendaftaran akan dibuka selama tiga hari, yakni 19 - 21 Februari 2020 mendatang.

"Kami pastikan, calon yang mendaftar ke kita, akan mengalami sesuatu yang berbeda. Dari segi konsep saja, sudah berbeda, karena kita ahli marketing," ujar Nyoman Aribowo, politisi PAN yang juga anggota Fraksi Pandekar DPRD Jember saat jumpa pers pembukaan pos pendaftaran bacabup bersama.

Sesuai aturan yang berlaku, pasangan kandidat yang akan maju dalam Pilbup Jember 2020, antara lain harus mengantongi dukungan dari partai atau koalisi partai yang memiliki minimal 10 kursi di DPRD Jember.

Tidak ada satupun partai di Jember yang punya 10 kursi di DPRD Jember. Kursi tertinggi dimiliki oleh PKB dan Nasdem, masing-masing 8 kursi. Kemudian di susul Gerindra dan PDIP yang masing-masing meraih 7 kursi.

Reporter : Muhammad Permana

Sumber: Merdeka

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya