Gaji Guru dan Pegawai Tak Tetap di Jateng Bikin Sudirman Said Miris

pada 19 Mei 2018, 09:13 WIB
Diperbarui 21 Mei 2018, 09:13 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said membentangkan kain dalam rangka saweran biaya pilkada (Tim Media Sudirman Said)

Kebumen - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said merasa miris usai tahu betapa kecilnya gaji atau honor Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) di Jateng. Bahkan, kata Sudirman, ada yang hanya mendapat bayaran Rp 50 ribu perbulan.

Pasangan Calon Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah ini mengatakan, dengan jam kerja 25 hari, maka bisa dihitung per harinya para GTT/PTT hanya dibayar Rp 2 ribu.

Padahal, kata Sudirman Said, standar orang miskin adalah mereka yang berpendapatan Rp 10 ribu perhari.

"Bagaimana ini bisa terjadi. Dengan pendapatan sebesar itu sudah masuk kategori miskin absolut alias sangat miskin," ujar Sudirman saat berdialog dengan GTT/PTT di Kebumen, seperti dikutip Jawapos.com, Sabtu (19/5/2018).

Menurut dia, terlalu berisiko menyerahkan masa depan anak-anak Jateng di bawah bimbingan guru yang dibayar jauh di bawah standar kelayakan.

"Ini harus diperbaiki. Kita tidak bisa mempertaruhkan masa depan anak-anak Jateng," ucapnya.

Padahal, kata dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng cukup untuk membayar GTT/PTT secara layak.

Menurut Sudirman, dirinya hanya tinggal berdiskusi dengan DPRD dan para pimpinan partai agar menyetujui anggaran untuk perbaikan upah GTT/PTT.

"Kalau perlu saya nggelosor ke para pimpinan partai untuk meminta tolong agar menyetujui anggaran untuk perbaikan kesejahteraan GTT/PTT ini," tutur Sudirman Said.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 of 2

Fokus Pembangunan Manusia

Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, bernyanyi bersama musisi lkegendaris, Nomo Koeswoyo (Tim Media Sudirman Said)
Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, bernyanyi bersama musisi lkegendaris, Nomo Koeswoyo (Tim Media Sudirman Said)

Sudirman menegaskan, dirinya bersama Ida akan fokus pada pembangunan manusia daripada infastruktur. Pembangunan infrastruktur keras seperti jalan, jembatan, dan gedung, dinilai Sudirman memang penting.

"Namun, jauh lebih penting membangun infrastruktur lunak seperti meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Meliputi perbaikan kesejahteraan guru, baik guru sekolah umum, madrasah, juga guru-guru honorer," kata dia.

"Saya tidak bisa berjanji mengangkat mereka (GTT/PTT) menjadi pegawai tetap. Tapi saya berjanji akan berjuang untuk perbaikan honor mereka," tegas Sudirman.

 

Baca berita menarik dari Jawapos.com lainnya di sini.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by