Cerita Masa Kecil Ganjar Difilmkan, Ratusan Orang Padati Bioskop Semarang

Oleh Devira PrastiwiLiputan6.com pada 11 Mei 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2018, 12:00 WIB
Pria Ini Rela Jalan Kaki 5 Hari demi Dukung Ganjar Pranowo
Perbesar
Pria Ini Rela Jalan Kaki 5 Hari demi Dukung Ganjar Pranowo. (Liputan6.com/Instagram Ganjar Pranowo)

Liputan6.com, Semarang - Ratusan orang memadati Gedung Bioskop E-Plaza di Kota Semarang untuk mengikuti  nonton bareng (nobar) film Anak Negeri yang mengangkat masa kecil Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pemutaran perdana film Anak Negeri itu dihadiri Ganjar Pranowo didampingi istri Siti Atikoh, produser film Anak Negeri Andika Prabangkara, dan Gatotkoco Suroso selaku penulis novel Anak Negeri.

Ganjar Pranowo mengaku tidak menyangka ratusan penonton yang hadir memadati acara nonton bareng film Anak Negeri ini.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap, film Anak Negeri mampu memberi inspirasi pada generasi muda untuk tidak pernah menyerah dalam menggapai cita-cita.

"Kisah saya mungkin tidak luar biasa, tapi ada banyak pelajaran dalam film ini yang mungkin bisa menginspirasi," ujar Ganjar, seperti dilansir Antara, Jumat (11/5/2018).

Sementara itu, salah seorang penonton dari Kabupaten Demak Agus Salim mengaku ingin menonton setelah melihat cuplikan film di Facebook.

"Saya nonton cuplikan filmnya kok sepertinya bagus, makanya saya datang sama teman-teman, ingin ketemu dan foto sama Pak Ganjar juga," ucap Agus.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kisah Film Anak Negeri

Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jalan santai bersama SPSI (Dok. Tim Media Ganjar)
Perbesar
Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jalan santai bersama SPSI (Dok. Tim Media Ganjar)

Sang produder film Andika Prabangkara mengatakan, produksi Anak Negeri memakan waktu cukup singkat yakni hanya 1,5 bulan.

"Awalnya, film ini dibuat per chapter, total ada 10 chapter, masing-masing mengisahkan dari masa kecil Pak Ganjar SD di Tawangmangu, pindah ke Kutoarjo sampai lulus kuliah di Yogyakarta," kata Andika.

Dia menceritakan, niatan membuat film muncul ketika dirinya dan beberapa kawan menghadiri peluncuran novel Anak Negeri di Kabupaten Boyolali beberapa waktu lalu.

Setelah membaca buku tersebut, ia menilai ada cerita dan pesan moralnya sangat kuat untuk menginspirasi anak bangsa.

"Waktu yang singkat membuat kami bekerja nyaris tanpa istirahat. Untuk meminimalkan biaya, lokasi pengambilan gambar dipilih di Sleman, terutama di sekitar Turi, Pakem, dan Ngaglik," jelas dia.

Andika berharap, film tersebut bisa memberikan gambaran pada masyarakat bagaimana perjuangan Ganjar Pranowo sejak kecil hingga menjadi salah satu pemimpin muda potensial negeri ini.

Sutradara Mirwan Arfah menambahkan, pada awalnya film akan ditayangkan per bagian 10 menit lebih dulu di media sosial YouTube.

"Akhirnya diputuskan akan dirilis versi 'full movie' lebih dulu, sedangkan film per chapter akan diunggah di YouTube usai launching," tuturnya.

Mirwan mengakui pihaknya sedikit berkompromi dengan detail.

"Beberapa detail tidak mampu kami kejar, pemeran Pak Ganjar misalnya mungkin tidak mirip, kondisi rumah masa kecil, seragam dan lain-lain. Kami mengejar substansi dan konten dulu karena lagi-lagi waktunya pendek," tandas Mirwan.

Kota Semarang mendapat kehormatan menjadi lokasi pemutaran perdana film berdurasi satu jam sepuluh menit karya sejumlah sineas muda dari Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Lanjutkan Membaca ↓