Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Sumsel Gelar Diskusi di Kampus

Oleh Liputan6.comDevira Prastiwi pada 04 Mei 2018, 12:14 WIB
Diperbarui 06 Mei 2018, 12:13 WIB
ilustrasi Pilkada serentak

Liputan6.com, Palembang - Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan (KPU Sumsel) terus melakukan sosialisasi Pilkada 2018 kepada masyarakat, termasuk ke kampus guna meningkatkan angka partisipasi pemilih.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada STIHPADA yang telah menyiapkan tempat untuk acara focus group discussion (FGD) bertema Problematika Pemilih di Sumsel serta mengumpulkan mahasiswa untuk diberikan pendidikan politik mengenai pelaksanaan pilkada nanti mulai dari tanggal pelaksanaan, syarat mencoblos dan tata cara pencoblosan," ujar Sekretaris KPU Sumsel H MS Sumarwan, seperti dilansir Antara, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, di Sumsel ada sembilan kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, termasuk pemilihan gubernur/wakil gubernur.

Sumarwan mengatakan, pada intinya KPU ingin memberikan informasi seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya yang terkategori pemilih potensial untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada Sumsel 2018.

"Kami akan menyerap semua aspirasi dari seluruh elemen masyarakat dalam rangka untuk memilih calon pemimpin Sumsel untuk lima tahun ke depan. Kami yakin angka partisipasi pemilih di Sumsel bisa melebihi target partisipasi pemilih nasional sebesar 77,6 persen," jelas Sumarwan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Sumsel Punya Tugas Khusus

ilustrasi Pilkada serentak
ilustrasi Pilkada serentak

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina STIHPADA Palembang Firman Freaddy Busroh mengatakan, Sumsel memiliki tugas besar khususnya pada 2018 dan 2019.

Dia mengataka, pelaksanaan pilkada sudah menghitung hari, sehingga melalui FGD ini bisa menjadi virus yang menyebar kepada seluruh elemen masyarakat.

"Kita ini sebagai penyambung informasi untuk masyarakat, saya harap dapat tersebar kepada masyarakat agar pelaksanaan pilkada ini sukses," kata dia.

"Semua pihak seperti KPU, media massa dan kalangan akademisi harus bekerja sama jika ingin meningkatkan angka partisipasi pemilih pada pilkada Juni mendatang," tegas Firman.

Lanjutkan Membaca ↓