Ketika Ganjar Mulai Rutin Sambangi Solo

pada 01 Mei 2018, 13:25 WIB
Diperbarui 01 Mei 2018, 13:25 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Temu Kangen Pecinta Unggas di Kaliwungu, Kendal. (Dok. Tim Media Ganjar - Taj Yasin)
Perbesar
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Temu Kangen Pecinta Unggas di Kaliwungu, Kendal. (Dok. Tim Media Ganjar - Taj Yasin)

Solo - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai rutin datang ke Kota Solo. Bahkan pada Minggu 29 April 2018 lalu, Ganjar mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh sejumlah komunitas yang ada di Solo.

Salah satu kegiatan yang dihadiri oleh calon petahana tersebut adalah Deklarasi Kebinekaan, dalam rapat pimpinan cabang Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Solo.

Dalam kegiatan yang diadakan di YPAC ini, Ganjar Pranowo sempat memberikan sambutan. Ia mengatakan, kondisi Kota Solo layaknya sebuah representasi dari keragaman bangsa Indonesia.

Di mana, kata dia, berbagai macam suku, ras, agama dan juga latar belakang budaya ada di kota dengan luas lebih kurang 44 kilometer persegi ini. Dengan keragaman dan kedamaian yang sudah tercipta ini, Ganjar mengajak untuk terus merawat kebinekaan yang ada.

"Merawat Pancasila, dan saya punya keyakinan bahwa PP akan berdiri di barisan paling depan untuk melakukannya," ujar Ganjar seperti dikutip Jawapos.com, Selasa (1/5/2018).

Meski kondisi Indonesia terbilang damai, Ganjar mengingatkan bahwa kondisi Indonesia juga tidak luput dari berbagai ancaman yang terjadi.

"Gempuran dari berbagai lini semakin gencar dilakukan dan bahkan bisa berpotensi untuk memecah belah bangsa," ucap Ganjar Pranowo.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Ingin Indonesia Berperang

Ganjar Pranowo dan Syafii Maarif
Perbesar
Ganjar Pranowo bertemu dengan Syafii Maarif di Grha Suara Muhammadiyah Yogyakarta

Ganjar kemudian mengaku dirinya tidak ingin kondisi Indonesia seperti di Timur Tengah, di mana peperangan terus terjadi sampai saat ini.

"Dan lebih parahnya mereka tidak mengetahui secara pasti alasan terjadinya peperangan tersebut. Padahal mereka hanya ada delapan suku, tetapi setiap hari terjadi perang dan tidak tahu sampai kapan akan berakhir," papar Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ini.

Untuk itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah dan tetap mempertahankan NKRI.

 

Baca berita menarik dari Jawapos.com lainnya di sini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya