Polisi Ogan Komering Ulu Awasi Praktik Politik Uang di Pilkada Sumsel

Oleh Liputan6.com pada 21 Apr 2018, 21:05 WIB
Diperbarui 21 Apr 2018, 21:05 WIB
Ilustrasi Pilkada Serentak

Liputan6.com, Baturaja - Jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, akan memperketat pengawasan politik uang pada Pilkada Sumsel 2018. Praktik  politik uang kerap dilakukan untuk mendulang suara jelang hari pemungutan suara.

"Praktik politik uang ini biasanya marak terjadi menjelang pemilu sebagai upaya calon kepala daerah memperoleh suara terbanyak, dengan memberikan sejumlah uang kepada masyarakat," kata Kapolres Ogan Komering Ulu, AKB Widayana Sulandari, di Baturaja, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (21/4/2018).

Kapolres mengajak masyarakat di wilayah itu untuk menghindari politik uang agar tercipta Pilkada Sumsel yang jujur dan adil.

"Selain itu, politik uang penting untuk dihindari karena ada pidananya bagi pemberi maupun yang menerima," ujar Widayana.

Menurut dia, politik uang merusak tatanan demokrasi yang jujur dan adil sehingga penting untuk dihindari. Khususnya bagi masyarakat agar tidak tersandung hukum.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata dia, Satuan Tugas (Satgas) Sentra Gakumdu yang sudah dibentuk ditugaskan mengawasi jalannya Pilkada Sumsel pada Juni 2018.

"Sentra Gakumdu ini terbentuk dari tim terdiri atas anggota kepolisian setempat, Panwaslu, OKU, dan pihak dari kejaksaan," ucap Widayana.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Ajak Masyarakat

Pihaknya juga mengajak masyarakat di wilayah itu untuk mengawasi praktik politik uang di lingkungan sekitar dan memaksimalkan fungsi personel dari intelijen dan babinkamtibmas sebagai upaya pencegahan dini.

"Kami juga mengedepankan fungsi Babinkamtibmas dan intelijen untuk mengawasi jalannya proses Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Sumsel nanti," kata Widayana.

Lanjutkan Membaca ↓