Jurus Ganjar-Yasin Tangkal Hoaks dan Kampanyekan Islam Damai

Oleh Jennar Kiansantang pada 04 Apr 2018, 20:14 WIB
Diperbarui 06 Apr 2018, 20:13 WIB
Taj Yasin Maimoen (Dok. TIm media Taj Yasin)

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, punya kiat mengatasi hoaks. Menurut Taj Yasin, rendahnya literasi jadi salah satu faktor maraknya hoaks.

Karena itu, menurut dia, meningkatkan minat baca akan membentuk imunitas masyarakat terhadap hoaks. Pasangan itu akan mendorong pembentukan perpustakaan di setiap daerah.

"Nanti akan kita buat perpustakaan di setiap desa di Jawa Tengah. Tujuannya supaya muncul gerakan gemar membaca," ujarnya di Posko Santri Gayeng Jalan Sumbing 1 Semarang, Rabu (4/4/2018).

Menurut Taj Yasin, melalui program itu, akan dikampanyekan Islam yang ideal.

"Islam itu rahmatan lil alamin yang bisa bersanding dengan agama lain. Itu sumbernya bisa dibaca di perpustakaan desa," kata paslon nomor urut 1 tersebut.

Perpustakaan juga akan didekatkan ke pesantren atau lembaga keagamaan. Lalu para ulama dan santri bisa menyaring buku yang ada. 

Dengan strategi itu, menurut Taj Yasin, literatur berpaham ekstrem yang masuk ke masyarakat bisa diantisipasi. Para ulama pun bisa mengajari masyarakat islam yang damai.

 

2 of 2

Menangkal Paham Ekstrem

Taj Yasin Maimoen (Dok. TIm media Taj Yasin)
Taj Yasin Maimoen (Dok. TIm media Taj Yasin)

Yasin menjelaskan jenis buku dalam program perpustakaan bisa diisi buku tentang menangkal paham ekstrem, lalu buku yang juga menumbuhkan nasionalisme.

"Perpustakaan itu harus nyaman untuk masyarakat. Harapannya, perpustakaan bisa jadi ajang tatap muka serta interaksi sosial yang tumbuh di masyarakat," kata putra KH. Maimoen Zubaer.

Di sisi lain, ia juga menyoroti penggunaan gawai di era saat ini. Menurutnya, tidak semua gadget itu negatif dan juga banyak peran positif. Peran pemerintah juga menurutnya sudah bagus mengarahkan masyarakat agar memanfaatkan fasilitas itu.

Lanjutkan Membaca ↓