Rangkulan Djarot dan Tangis Pengemis di Deli Serdang

Oleh Reza Efendi pada 26 Mar 2018, 19:38 WIB
Diperbarui 26 Mar 2018, 19:38 WIB
Calon Gubenur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat. (Liputan6.com/Reza Efendi)
Perbesar
Calon Gubenur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Liputan6.com, Deli Serdang - Sorang pengemis bernama Misli Damanik tak kuasa menahan tangis ketika bertemu Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat. Pertemuan terjadi secara tak sengaja di Masjid Ubudiyah Aulawiyah PTPN II, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Djarot yang hendak menunaikan salat zuhur mendekati, serta menyapa sambil merangkul Masli. "Bapak sudah makan, sudah salat?" tanya Djarot Syaiful Hidayat kepada Masli, Senin (26/3/2018).

Masli seakan tak percaya bertemu dengan Calon Gubernur Sumut nomor urut 2 yang berpasangan dengan calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus tersebut. Sambil sesekali menyeka dan mengusap air mata yang menetes, Masli bercerita kisahnya hingga menjadi pengemis.

Dia tidak tahu harus mengerjakan apa selain menjadi pengemis. Hal itu terpaksa dia lakukan karena cacat di bagian kaki. Selain menghidupi anak-anaknya, Masli juga harus memenuhi kebutuhan hidup istrinya yang juga mengalami cacat tubuh.

Masli yang merupakan warga Sungai Buluh, Desa Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini mengungkapkan, dari tujuh orang anaknya, dua di antaranya masih berstatus pelajar. Mereka adalah anak ke enam dan bungsu.

"Ada dua anak saya masih bersekolah Pak. Saya rela jadi pengemis demi mereka," ungkap Masli kepada Djarot Syaiful Hidayat.

 

2 dari 2 halaman

Janji Djarot

Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat. (Liputan6.com/Reza Efendi)
Perbesar
Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Misli juga mengungkapkan, anak keenamnya mengenyam pendidikan kelas I SMKN di Perbaungan, jurusan Komputer. Kemudian anak bungsunya sekolah di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sergai.

Misli harus menyiapkan uang sekolah sebesar Rp 165 ribu per bulan. "Ini sebentar lagi dia PKL, saya harus menyiapkan dana untuk membeli seragamnya. Saya bingung mencari dana dari mana," kata Misli yang mengaku sudah delapan bulan menjadi pengemis di jalanan.

Usai mendengarkan kisah haru Misli, mata Djarot pun berkaca-kaca. Sambil merangkul Misli, Djarot berbisik dengan menjanjikan akan memperhatikan pendidikan anak-anaknya.

Djarot menyebutkan, telah menyiapkan Kartu Sumut Pintar buat pelajar SMA/SMK, dan Madrasah Aliyah jika terpilih sebagai Gubernur Sumut. Konsep Kartu Sumut Pintar ini ditujukan untuk men-cover pelajar kurang mampu.

 "Jadi kartu Sumut Pintar itu kita tujukan untuk men-cover anak-anak dari keluarga tidak mampu. Ya, seperti anak Beliau ini," tutur Djarot sembari menyemangati Misli yang terus berurai air mata.

Lanjutkan Membaca ↓