Paslon Petahana Sindir Gubernur Saat Paparkan Infrastruktur Sumsel

Oleh Nefri Inge pada 15 Mar 2018, 18:58 WIB
Diperbarui 17 Mar 2018, 18:13 WIB
Paslon Petahana Sindir Gubernur Saat Paparkan Infrastruktur Sumsel

Liputan6.com, Palembang - Ishak Mekki menjadi satu-satunya kandidat petahana yang masuk dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumsel 2018. Sebagai Wakil Gubernur (Wagub) nonaktif Sumsel, Ishak Mekki memaparkan program pembangunan infrastruktur Sumsel yang masih belum maksimal.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini menargetkan bisa merampungkan perbaikan dan pemerataan infrastruktur di 17 kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun.

Dalam paparannya, Ishak Mekki menyindir Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Karena seluruh perkembangan pembangunan infrastruktur di Sumsel, hanya tergantung dari keputusan Gubernur Sumsel.

"Kita akan menciptakan pemerataan pembangunan infrastruktur. Sejauh ini sudah berjalan, tapi saya tidak bisa banyak bergerak, karena semuanya berdasarkan keputusan Gubernur Sumsel," ujarnya dalam Debat Publik Pilkada Sumsel 2018, di Ballroom Novotel Palembang, Rabu (13/3/2018) malam.

Saat melakukan kunjungan kerja (kunker) dan silaturahmi di 17 kabupaten/kota, Ishak Mekki-Yudha Pratomo melihat masih banyaknya kerusakan jalan dimana-mana.

Sebagai birokrat yang berpengalaman di bidang Pekerjaan Umum (PU), Ishak Mekki yakin bisa menuntaskan permasalahan infrastruktur dalam kurun waktu 1 tahun.

Ishak Mekki optimis bisa melakukan perbaikan infrastruktur selama 1 tahun, karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel tidak akan terserap lagi oleh berbagai even olahraga yang digelar di Sumsel.

"Jika tahun ini ada Asian Games 2018, tahun depan sudah tidak ada lagi even internasional. Jadi anggaran Sumsel bisa kita gunakan untuk pembangunan daerah," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Bantuan Modal UMKM

Paslon Petahana Sindir Gubernur Saat Paparkan Infrastruktur Sumsel
Ishak Mekki menjadi satu-satunya kandidat petahana di Pilkada Sumsel 2018 (Liputan6.com / Nefri Inge)

Program lainnya yaitu memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, pangan dan hilirisasi. Serta mewujudkan pembangunan pengelolaan bahan baku karet dan sawit.

Paslon nomor urut 3 ini juga menjanjikan kucuran bantuan kepada 50.000 Unit Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumsel.

“Bantuan sebesar Rp 10 Juta per UMKM tanpa bunga dan jaminan akan kami siapkan. Kita juga akan membangun Sumsel di bidang informasi dan IT di pedesaan,” katanya.

“Visi kami menjadikan Sumsel mandiri, cerdas, mampu dan merata, berdaya saing, berbasis lokal dan interaksi global,” ucapnya.

Saat ditanya tentang banyaknya biaya operasional Light Rail Transit (LRT) Palembang yang akan menyedot anggaran Pemprov Sumsel. Ishak Mekki akan menyiapkan subsidi khusus, agar biaya LRT yang dibebankan ke masyrakat lebih ringan.

Mereka juga akan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk membantu subsidi biaya LRT Palembang.

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel Yudha Pratomo menambahkan, keberadaan LRT Palembang bisa dikelola secara maksimal dan professional.

 

3 dari 3 halaman

Solusi LRT Palembang

Paslon Petahana Sindir Gubernur Saat Paparkan Infrastruktur Sumsel
Para pendukung paslon nomor urut 3 Ishak Mekki-Yudha Pratomo hadir dalam Debat Publik Pilkada Sumsel 2018 di Ballroom Novotel Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge)

“Dari cost centre harus menjadi profit centre dengan managemen yang professional. Seperti bisa dijadikan kereta wisata atau Commuter Line,” ungkapnya.

Anak mantan Gubernur Sumsel 2008 Mahyuddin ini menilai kinerja kerja pasangannya, Ishak Mekki, selama menjabat sebagai Wagub Sumsel sudah banyak membuahkan hasil.

Namun diakuinya masih banyak yang belum tuntas dan sempurna, karena Ishak Mekki hanya berada di posisi kedua di Pemprov Sumsel.

“Dengan adanya pengalaman dari Ishak Mekki di Pemprov Sumsel, akan lebih menyempurnakan pembangunan Sumsel,” ungkapnya.

Saat mendaftarkan diri maju di Pilkada Sumsel 2018-2023, paslon nomor urut 3 ini diusung oleh tiga partai politik (parpol). Yaitu Partai Demokrat, Partai BUlan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan jumlah 15 kursi parlemen.

Lanjutkan Membaca ↓