Debat Pilkada Sumsel, Cawagub Mawardi Yahya Memilih Bungkam

Oleh Nefri Inge pada 15 Mar 2018, 21:36 WIB
Diperbarui 15 Mar 2018, 21:36 WIB
Cawagub Mawardi Yahya Memilih Bungkam Saat Debat Pilkada Sumsel
Perbesar
Herman Deru-Mawardi Yahya menjadi paslon nomor urut 1 yang diberi kesempatan pertama menyampaikan visi misi di Debat Publik Pilkada Sumsel 2018 (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Debat publik Pilkada Sumsel diikuti oleh empat pasangan calon (paslon). Namun ditengah debat publik antar paslon, hanya Calon Wakil Cawagub (Cawagub) Mawardi Yahya yang memilih bungkam dalam acara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel.

Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu (13/3/2018) malam yang digelar di Ballroom Novotel Palembang, berlangsung dari pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Empat paslon yang hadir yaitu paslon nomor urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya, paslon nomor urut 2 Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah. Lalu paslon nomor urut 3, Ishak Mekki-Yudha Pratomo dan paslon nomor urut 4, Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramandha Kiemas.

Dalam debat pertama yang bertajuk Visi Misi Reformasi Birokrasi, Pengentasan Kemiskinan, Perekonomian dan Infrastruktur ini, keempat paslon Pilkada Sumsel saling melemparkan pertanyaan, jawaban dan sanggahan.

Namun, setiap sesi pertanyaan dan jawaban yang diberikan ke paslon nomor urut 1. Hanya Calon Gubernur (Cagub) Herman Deru yang selalu bersuara. Sedangkan Cawagub Mawardi Yahya, nyaris tidak memberikan kontribusi apapun dalam debat publik tersebut.

Padahal, Cagub dan Cawagub nomor urut 2,3 dan 4, selalu bekerjasama dalam memberikan jawaban atau melempar pertanyaan ke paslon lain.

Herman Deru mengatakan bahwa debat publik pertama ini memang sengaja didominasi oleh dirinya, agar bisa menonjolkan performanya sebagai Cagub Sumsel.

"Kalau Pak Mawardi Yahya memang menyerahkan ke saya semua di debat pertama ini, agar performa Cagub menonjol dan memberikan ruang seluas-luasnya," ujarnya kepada Liputan6.com, usai mengikuti Debat Publik Pilkada Sumsel.

 

2 dari 3 halaman

Performa Cagub Sumsel

Cawagub Mawardi Yahya Memilih Bungkam Saat Debat Pilkada Sumsel
Perbesar
Para paslon Pilkada Sumsel 2018 bersama panelis di Debat Publik Pilkada Sumsel 2018 (Liputan6.com / Nefri Inge)

Jika Cagub Sumsel paslon lain memilih bekerjasama dengan Cawagubnya dalam debat ini. Mantan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumsel ini mempunyai pendapat lain.

Menurutnya, Cagub lain kemungkinan kurang mampu menonjolkan performanya didepan para panelis dan penonton yang hadir di Ballroom Novotel Palembang dan penonton di televise.

“Mungkin cagub lain tidak percaya diri. Saya ingin asgar performa Cagub Sumsel timbul, strateginya memang begitu,” katanya.

Di Debat Publik Pilkada Sumsel sesi kedua, Herman Deru barulah akan memberikan kesempatan kepada mantan Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI) tersebut, untuk menunjukkan kemampuannya didepan para paslon.

“Kalau debat pertama, memang untuk cagub. Nanti debat kedua, kita akan berimbang. Mungkin Mawardi Yahya akan lebih mendominasi,” ungkapnya.

Dalam sesi pertama debat, Herman Deru mengungkapkan angka kemiskinan di Sumsel masih tinggi yaitu sebesar 13,10 Persen.

 

3 dari 3 halaman

Soroti Infrastruktur Sumsel

Cawagub Mawardi Yahya Memilih Bungkam Saat Debat Pilkada Sumsel
Perbesar
Paslon nomor urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya berfoto bersama pendukungnya usai mengikuti Debat Publik Pilkada Sumsel 2018 (Liputan6.com / Nefri Inge)

Angka tersebut berada di atas rata-rata nasioal. Begitu juga dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada dibawah rata-rata.

Provinsi Sumsel juga dinilainya masih rawan kecurangan Pilkada. Sehingga dibutuhkan edukasi politik ke warga Sumsel.

Dia juga menyoroti buruknya infrastruktur di Sumsel, mulai dari jalan yang rusak, hingga pembangunan yang tidak merata.

“Kita sama-sama tahu, pembangunan hanya terfokus di ibu kota provinsi. Kita butuh pemerataan pembangunan. Seperti jalan lintas kabupaten, ini berkaitan dengan tidak turunnya angka kemiskinan. Kita harus perbaiki semuanya,” katanya.

Herman Deru-Mawardi Yahya diusung oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan jumlah 16 kursi parlemen.

Lanjutkan Membaca ↓