Ganjar Andalkan 3 Skema untuk Tuntaskan Kemiskinan di Jawa Tengah

Oleh Jennar Kiansantang pada 11 Mar 2018, 18:07 WIB
Diperbarui 11 Mar 2018, 18:07 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Temu Kangen Pecinta Unggas di Kaliwungu, Kendal. (Dok. Tim Media Ganjar - Taj Yasin)
Perbesar
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Temu Kangen Pecinta Unggas di Kaliwungu, Kendal. (Dok. Tim Media Ganjar - Taj Yasin)

Liputan6.com, Jakarta - Calon Gubernur Ganjar Pranowo akan memfokuskan pemecahkan masalah kemiskinan di Jawa Tengah. Ada tiga skema yang ia akan tempuh untuk melakukannya, yakni program pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan produk, kemudahan akses modal, dan pendampingan pemasaran.

Tiga skema itu tidak asal ia tawarkan. Ketiganya merupakan hasil kajian para ahli ekonomi.

"Maka kita gencarkan pelatihan-pelatihan agar masyarakat terampil, silahkan memilih minat mau membuat kerupuk, mengolah hasil pertanian, perikanan, atau peternakan, kita buka luas," kata Ganjar dalam Temu Kangen Pecinta Unggas di Kaliwungu, Kendal, Minggu (11/3/2018).

Kemudahan akses modal, selama ini sudah bergulir dengan kredit Bank Jateng. Masyarakat yang meminjam ditawari bunga tujuh persen tanpa jaminan.

Skema pimjaman seperti ini diklaim yang pertmaa di Indonesia. Belakangan Presiden Jokowi mengadopsi dengan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 9 persen ke 7 persen.

"Pemasaran kita buat online dengan regopantes.com sehingga petani tidak perlu lewati sembilan perantara tapi bisa menjual langsung ke konsumen dan untungnya lebih banyak," kata Ganjar.

 

 

2 dari 2 halaman

Program untuk Warga Lanjut Usia

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Temu Kangen Pecinta Unggas di Kaliwungu, Kendal. (Dok. Tim Media Ganjar - Taj Yasin)
Perbesar
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Temu Kangen Pecinta Unggas di Kaliwungu, Kendal. (Dok. Tim Media Ganjar - Taj Yasin)

Sedangkan untuk warga lanjut usia yang tidak produktif, Ganjar punya program Kartu Jateng Sejahtera. Setiap warga pemegang KJS ini mendapatkan bantuan Rp 250 ribu per bulan.

Program ini sudah berjalan sejak 2017. Hingga saat ini, 12 ribu orang lebih per tahun sudah menjadi penerima manfaatnya.

Lanjutkan Membaca ↓