Disinggung Sekolah Gratis Tidak Maksimal, Gubernur Sumsel Angkat Suara

Oleh Nefri Inge pada 09 Mar 2018, 15:31 WIB
Diperbarui 09 Mar 2018, 15:31 WIB
Disinggung Sekolah Gratis Tidak Maksimal, Gubernur Sumsel Angkat Suara

Liputan6.com, Palembang - Dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Selatan (Sumsel), salah satu pasangan calon (paslon) selalu menyindir tentang program Sekolah Gratis Sumsel yang tidak maksimal.

Mendengar banyaknya informasi tentang sindiran tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin pun langsung angkat bicara.

Ketua DPD Sumsel Partai Golongan Karya (Golkar) ini pun tidak terima program yang sudah dirintisnya sejak 15 tahun yang lalu dicap sebagai janji manis kampanye saja.

Program Sekolah Gratis dan Berobat Gratis sudah dicanangkannya pertama kali di Indonesia pada tahun 2002, saat dirinya menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba).

Bahkan, program ini juga terus diperluasnya saat menduduki jabatan sebagai Gubernur Sumsel di tahun 2008.

“Tahun 2008 program ini sudah kita terapkan se-Sumsel dan berhasil. Jika disebut dalam perjalanan program ini tidak gratis, kita langsung klarifikasi,” ujarnya kepada para awak media, di Griya Agung Sumsel, Kamis (8/3/2018).

“Jika ada permintaan dana tambahan dari komite wali murid, itu untuk tambahan fasilitas saja yang disetujui secara bersama," katanya.

Program Sekolah Gratis Sumsel itu, ujarnya, yang digratiskan adalah biaya sekolahnya, bukan termasuk kebutuhan lainnya seperti baju dan sepatu sekolah.

 

2 dari 2 halaman

Program Kuliah Gratis

Disinggung Sekolah Gratis Tidak Maksimal, Gubernur Sumsel Angkat Suara
Paslon Pilkada Sumsel Herman Deru-Mawardi Yahya mendapat nomor urut 1 (Liputan6.com / Nefri Inge)

Program Sekolah dan Berobat Gratis, ujar Alex Noerdin, tidak selamanya bisa diterapkan. Karena semakin lama, daya beli masyarakat semakin tinggi. Program ini juga pelan-pelan akan dikurangkan, karena tingkat perekonomian masyarakat yang membaik.

Dirinya pun menghimbau kepada salah satu paslon yang selalu menguliti programnya, agar tetap fokus pada urusan masing-masing.

Terlebih jelang Pilkada Sumsel 2018 ini akan banyak tugas yang harus dilaksanakan oleh Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel.

“Fokus masing-masing saja. Kalau cari kesalahan orang lain pasti ada saja. Saya tidak ikut Pilkada Sumsel, kenapa saya diserang?” katanya.

Dalam kampanye hari pertama Cagub Sumsel nomor urut 1, Herman Deru mengatakan bahwa Sekolah Gratis yang sudah mati suri akan dihidupkannya lagi.

Apalagi janji Kuliah Gratis yang digaungkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat maju di Pilkada Sumsel 2013, dinilai Herman Deru tidak berjalan sesuai dengan janjinya.

“Kuliah Gratis yang dijanjikan untuk warga Sumsel, pada kenyataannya yang saya dengar hanya diberikan kepada sekitar 40 orang saja,” katanya.

Program Kuliah Gratis, lanjut mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, bisa dijalankan sesuai dengan kriteria tertentu dan bernafaskan keadilan.

Jika program tersebut yang dijanjikan untuk warga tidak mampu, tapi yang diberikan untuk orang yang mampu secara finansial, bukanlah suatu kesuksesan menjalankan program.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓