Prioritaskan Penanganan Banjir, Ganjar Pranowo Tinjau KBT

Oleh Jennar Kiansantang pada 08 Mar 2018, 12:38 WIB
Diperbarui 10 Mar 2018, 12:13 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berselfie di KBT Semarang (Dok. Tim Ganjar)

Liputan6.com, Semarang - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan penanganan banjir dan rob di Kota Semarang sebagai prioritas bila terpilih di periode kedua. Karena itu, Ganjar yang sedang cuti selama masa kampanye, tetap memantau perkembangan pekerjaan normalisasi Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kolam Retensi Kaligawe (KRK), Kamis (8/3/2018).

Politisi PDIP ini meninjau lokasi dengan bersepeda bersama isterinya Siti Atikoh dan Komunitas Sepeda Samba. Ia menyambangi Jalan Sawah Besar dan berhenti di pertigaan menuju Pasar Waru.

Beberapa warga menyapa Ganjar. "Kios PKL dan rumah-rumah di Kelurahan Sawah Besar sudah mulai pindah, tapi yang Kelurahan Kaligawe belum,” tutur Slamet Untung (61) warga setempat kepada Ganjar di lokasi, Kamis (8/3/2018).

Slamet mendukung normalisasi KBT. “Ya setuju pak biar tidak banjir,” katanya.

Sementara, pengerjaan proyek kolam retensi di area Rusunawa Kaligawe sudah hampir rampung. Menurut Agung Pusmargiono, Mandor Proyek, saat ini pekerjaan sedang dikebut dengan target Agustus tahun ini.

Dari KRK, rombongan Ganjar melanjutkan perjalanan ke Jalan Kaligawe Raya dan Genuk. Ganjar mengaku puas genangan air sudah surut.

Sebelumnya, banjir di Kaligawe dan Genuk berlangsung lebih dari sebulan. Genangan dan jalan rusak membuat macet menjadi santapan sehari-hari pengguna jalan.

"Saya menerima banyak aduan terkait banjir di Kaligawe, dan saya sudah ngomong ke Kementerian PUPR dan direspon cepat dengan mengirim lima pompa berkapasitas besar sebagai solusi jangka pendek," Ganjar berujar.

 

 

 

2 of 2

Kunjungi Rumah Rusak

Dalam kunjungannya, Ganjar sempat mengunjungi beberapa rumah yang rusak parah akibat terendam air di RT 4 RW 1 Kampung Kisiksari Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.

Ganjar menemui salah satu pemilik rumah, Muayanah (50). Janda beranak tiga itu mengeluhkan kondisi rumahnya yang hampir tiap hari kemasukan air. "Kalau tidak hujan air saja masuk, apalagi kalau hujan, masuk tinggi sampai kasur kami tidak bisa tidur," kata penjual makanan itu.

Menurut Ganjar, penanggulangan rob dan banjir di Semarang butuh waktu karena saat ini satu persatu proyek sedang dikerjakan.

Selain normalisasi KBT dan kolam retensi, akan dibangun tanggul laut di sepanjang pesisir Semarang hingga Demak.

Lanjutkan Membaca ↓