Cagub Herman Deru Soroti Minimnya Fasilitas Kesehatan di Sumsel

Oleh Nefri Inge pada 06 Mar 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 06 Mar 2018, 16:00 WIB
Cagub Herman Deru Soroti Minimnya Fasilitas Kesehatan di Sumsel
Perbesar
Herman Deru, Cagub Sumsel nomor urut 1 mendengar keluhan warga Kabupaten OKU saat kampanye Pilkada Sumsel (dok.istimewa / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyoroti berbagai permasalahan dari berbagai keluhan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Saat melakukan silaturahmi di Pasar Baru Baturaja, Kabupaten OKU Sumsel, beberapa waktu lalu, banyak warga dan pedagang memanfaatkan momen pertemuan ini untuk mengadukan kendala yang mereka hadapi selama ini.

Beberapa keluhan yang disampaikan di antaranya pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang belum merata.

Cagub Sumsel nomor urut 1 ini langsung menyoroti pentingnya kebijakan tegas Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk menuntaskan permasalahan ini.

"Semua warga Sumsel harus terlayani BPJS Kesehatan secara maksimal, masih ada jutaan warga yang belum terlayani," ujarnya kepada Liputan6.com, Selasa (6/3/2018).

Ketersediaan ruangan pelayanan pasien rumah sakit juga dikeluhkan masyarakat Kabupaten OKU. Herman Deru pun sudah memantau bagaimana rumitnya proses pelayanan pasien Rumah Sakit (RS).

"Selama ini pasien harus antri berhari-hari untuk mendapatkan kamar perawatan. Keluhan masyrakat ini harus segera diatasi," katanya.

Pasangan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Mawardi Yahya ini juga berdialog dengan para tenaga medis. Herman Deru menyampaikan berbagai program yang akan dijalankannya, seperti melanjutkan program Berobat Gratis, dengan pelayanan terbaik ke masyarakat Sumsel.

 

2 dari 3 halaman

Program Sekolah Gratis

Cagub Herman Deru Soroti Minimnya Fasilitas Kesehatan di Sumsel
Perbesar
Blusukan ke Pasar Baru Baturaja, Kabupaten OKU Sumsel menjadi salah satu jadwal kampanye Cagub Sumsel Herman Deru (dok.istimewa / Nefri Inge)

Herman Deru juga mengenalkan beberapa program wirausaha yaitu kucuran modal usaha ke pedagang pasar tradisional, serta membenahi program Sekolah Gratis.

Dia ini juga menyempatkan waktu mengunjung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sarang Lang Baturaja. Herman Deru membuka ruang dialog bersama para narapidana dan mendengarkan berbagai masukan.

"Usai pertemuan, saya dan para narapidana berdoa bersama agar mereka bisa menjalani sisa tahanan dengan sabar dan ikhlas," katanya.

Di akhir kunjungannya, Herman Deru bersama para pengurus partai politik (parpol) dan tim relawan, membesuk salah seorang anggota keluarga Tim Pemenangan HDMY OKU yang sedang sakit di RS Ibnu Soetowo.

Kampanyenya ditutup dengan peresmian Posko Pemenangan HD-MY OKU di Jalan Bill Kulon dan di Aero Paoh.

Dalam kampanye sebelumnya, Herman Deru juga membahas tentang pentingnya program Sekolah Gratis, tetapi yang harus bisa direalisasikan. Terlebih, janji kampanye tentang Kuliah Gratis, yang pernah digaungkan oleh pejabat sebelumnya.

"Kuliah memungkinan untuk digratiskan dengan kriteria tertentu. Harus bernapaskan keadilan. Kalau mau subsidi, harus dengan yang tidak mampu dan tepat sasaran," katanya.

Herman Deru dan Mawardi Yahya maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumsel 2018-2023 dengan dukungan dari tiga parpol pengusung, yaitu Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan perolehan 16 kursi.

 

3 dari 3 halaman

Rival Pilkada Sumsel

Cagub Herman Deru Soroti Minimnya Fasilitas Kesehatan di Sumsel
Perbesar
Salah satu warga Kabupaten OKU Sumsel girang saat bisa berjumpa dengan Cagub Sumsel Herman Deru (dok.istimewa / Nefri Inge)

Pasangan calon (paslon) ini merupakan mantan pejabat daerah yang sudah berpengalaman memimpin dua kabupaten di Sumsel. Herman Deru tercatat pernah menjadi Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur selama dua periode.

Sama halnya dengan Mawardi Yahya, yang pernah menduduki kepemimpinan sebagai Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel selama dua periode. Kedua mantan pejabat Sumsel ini harus bersaing ketat dengan tiga paslon lainnya.

Yaitu paslon nomor urut 2 Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah yang didukung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Paslon lainnya yaitu nomor urut 3 yaitu Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel nonaktif Ishak Mekki-Yudha Pratomo yang didukung Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dan yang digadang-gadangkan sebagai rival terberat HD-MY adalah paslon nomor urut 4 yaitu Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramandha Kiemas.

Cagub-Cawagub Sumsel ini mendapat dukungan dari tiga parpol yaitu PDI-Perjuangan, Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Bangsa (PKB).

Dodi Reza Alex Noerdin merupakan anak Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Sumsel Partai Golkar. Gubernur Sumsel secara tegas akan menjadi juru kampanye (jurkam) anaknya dalam kampanye akbar nanti.

Lanjutkan Membaca ↓