Ida Fauziah: Pemimpin Jateng Belum Berkomitmen pada Pesantren

Oleh Liputan6.com pada 18 Feb 2018, 12:39 WIB
Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziah

Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menilai komitmen pemimpin di provinsi ini terhadap pondok pesantren masih masih kurang. Hal tersebut disampaikan mantan Ketua Umum Fatayat NU itu usai silaturahmi dengan pimpinan PCNU Kabupaten Purbalingga, Sabtu, 17 Februari 2018.

Menurut Ida, Jawa Tengah merupakan salah satu sentra pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah. "Akan tetapi, kenapa kita kalah dari Jatim? Karena komitmen pemimpinnya belum ada," katanya, seperti dilansir Antara, Minggu, 18 Februari 2018.

Maju bersama Sudirman Said di Pilkada Jawa Tengah, Ida menyiapkan berbagai program kerja jika nantinya terpilih dalam Pilkada 2018, termasuk untuk memberi perhatian pada pesantren. Ia menjelaskan, tidak hanya masalah kemiskinan saja yang akan menjadi perhatian dalam pemerintahan nantinya, tetapi juga pendidikan dan kesehatan.

Ia menyebutkan terdapat sejumlah upaya untuk menurunkan angka kemiskinan, terutama pembukaan lapangan kerja bagi perempuan. Dengan memperbanyak lapangan kerja untuk kaum perempuan, kata dia, mereka tidak perlu mencari nafkah hingga ke luar kota, bahkan luar negeri.

Ida juga menyoroti kurang efektifnya kartu tani yang keberadaannya juga tidak banyak membantu petani. Hal ini terlihat dari masih banyaknya petani yang kesulitan mendapat pupuk.

"Ke depan kami tidak ingin hanya petani yang sejahtera, tetapi juga anak-anak petani memperoleh hak yang sama dalam pendidikan," kata Ida.

 

 

2 of 2

Warga NU Punya Hak Politik

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dan Ida Fauziah
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dan Ida Fauziah. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Purbalingga KH Suroso Abdul Rozaq mengatakan bahwa NU bukan hanya partai politik. Organisasi ini juga harus bergerak dalam bidang sosial maupun politik.

"Apa salah NU bicara politik? Warga NU juga punya hak politik," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, hak politik itu harus disalurkan kepada kader yang ada.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓