Berkas Ditolak, Massa Cabub Pilkada Luwu Serang Kantor KPUD

Oleh Eka Hakim pada 08 Feb 2018, 10:05 WIB
Diperbarui 10 Feb 2018, 09:13 WIB
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan simpatisan salah satu pasangan calon di Pilkada Luwu, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Buhari Kahar Mudzakkar-Wahyu Nappeng melempari kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu dengan batu, Rabu kemarin.

Aksi tersebut imbas dari pembacaan hasil rapat pleno KPU Luwu yang menyatakan dengan tegas menolak berkas pasangan calon Pilkada Luwu yang menggunakan singkatan BKM-WN itu karena tak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Keputusan untuk tidak meloloskan pasangan tersebut maju dalam Pilkada Kabupaten Luwu dibacakan Komisioner KPU Luwu dengan dasar berita acara KPU Luwu bernomor 12/PL.03.2.BA/2317/KAB/K1.K2.K3.K4.K5/II/2018.

"Dalam rapat pleno tadi resmi diputuskan jika dokumen persyaratan pendaftaran pasangan Buhari Kahar Mudzakkar dan Wahyu Napeng (BKM-WN) tidak memenuhi syarat," kata Istantia, Komisoner Komisi KPU Luwu via telepon.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Bukhari Kahar Mudzakkar-Wahyu Neppang, Hasri Hasyim mengaku sangat kecewa dengan hasil pleno KPU Luwu tersebut.

Ia menilai tindakan KPU Luwu yang turun langsung melakukan konsultasi ke KPU Provinsi Sulsel merupakan hal keliru sehingga berdampak pada putusan pleno Pilkada Luwu yang dibacakan tadi.

"Harusnya mereka berkonsultasi ke DPP Hanura dan DPP PAN. Bukan ke KPU Provinsi Sulsel. Itu keliru," dalih Hasri.

Pihaknya mendesak Komisioner KPU Luwu untuk menunjukan bukti fisik hasil verifikasi dan konsultasi ke KPU RI serta Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Hanura dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Yang menjadi masalah adalah rekomendasi. Seharusnya KPU Luwu berkonsultasi ke DPP Hanura dan DPP PAN bukan ke KPU Provinsi, tidak ada kaitannya KPU Luwu dan Provinsi terkait hal ini," ungkap Hasri.

2 of 2

Tantang Ketua KPUD

Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)
Ilustrasi pilkada serentak (Liputan6.com/Yoshiro)

Tak hanya sesekali melempar batu ke arah kantor KPU Luwu, massa simpatisan pasangan Bukhari Kahar Mudzakkar-Wahyu Neppang juga menantang Ketua KPU Luwu, Thayyib untuk keluar dan menemui mereka.

"Keluar Thayyib, sini temui kami kalau kamu berani," teriak massa simpatisan pasangan Bukhari Kahar Mudzakkar-Wahyu Neppang di depan Kantor KPU Luwu itu.

Mengantisipasi adanya tindakan anarkis yang berpotensi berlebihan, ratusan personel dari Polres Luwu yang dibantu Satuan Brimob dan aparat TNI pun dengan sigap membuat pagar beris disertai pagar kawat yang berduri tepat di depan kantor KPU Luwu.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓