Partai Islam Dukung Cagub Non-Muslim di Papua, Mengapa?

Oleh Katharina Janur pada 14 Feb 2017, 14:19 WIB
Diperbarui 14 Feb 2017, 14:19 WIB
Presiden Jokowi Lantik Wagub Papua Barat dan Kepala Badan Keamanan Laut
Perbesar
Irene Manibuy usai dilantik menjadi Wagub Papua Barat, , Jakarta, Rabu (27/5/2015). Irene Manibuy ditetapkan melalui Keputusan Presiden nomor 38 P nomor 2015 tentang pengesahan dan pengangkatan Wagub Papua Barat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jayapura - Ketua tim sukses pasangan cagub-cawagub Papua Barat Irene Manibui-Abdullah Manaray (IMAN), Thaha Al Hamid angkat bicara soal dukungan sejumlah partai Islam kepada pasangan ini.

Thaha menyatakan jika partai politik dalam memilih figur calon hanya berdasar pertimbangan ekonomi atau bisnis.

"Sangat bohong sekali, jika partai politik memilih figur calon berdasarkan agama. Namun, jika dikatakan partai politik memilih figur calon pemimpin berdasarkan faktor ekonomi atau faktor bisnis, bisa kita benarkan itu," kata Thaha Al Hamid, Jayapura, Selasa (14/2/2017).

Thaha pun menyebut, PAN yang identik dengan partai Islam juga mendukung pasangan Dominggus Mandacan-Lakotani. Bahkan Irene yang jelas kader Golkar, justru tak didukung partai beringin itu.

"Bicara pilkada itu, pasti bicara kepentingan. Kebetulan saya orang yang sangat tahu dukungan partai pasangan IMAN ini dan jujur saja, partai Islam di Papua Barat adalah partai kecil," kata Thaha.

PKB misalnya hanya memiliki 3 kursi, lalu PAN 1 kursi, PKS 1 kursi dan Hanura 4 kursi. Thaha mengaku dalam mengurus dukungan partai untuk pasangan IMAN ini, dialah yang maju melobi partai tersebut hingga Jakarta.

"Kami tak negosiasi luar biasa dalam mendukung pasangan IMAN yang disebut bukan pasangan muslim. Partai kecil bergabung dan menjadi besar. Saya pun mengajarkan kepada pasangan IMAN untuk mengerti pemahaman kata cukup, tak usah membeli banyak partai, karena kita tak memiliki banyak uang," jelas Thaha.

Dia menambahkan, jika partai Islam harus mendukung calon muslim, mengapa Felix Wanggai, yang semula akan mencalonkan diri, tidak didukung satu partai satupun.

"Makanya saya bilang omong kosong jika mau samakan Papua dengan Jakarta. Kami ini beda dan tak pengaruh dengan isu Jakarta. Tapi jangan lupa, hubungan personal juga sangat penting melobi partai itu," jelas dia.

Pilkada Papua Barat diikuti tiga pasangan calon, yakni Dominggus – Lakotani (Nasdem, PDIP dan PAN), Irene – Manaray (Hanura, PKB, PPP dan PKS) serta Malak – Hindom (Golkar dan Demokrat).

Sebelumnya, Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera mengatakan, meskipun PKS sebagai partai Islam, pihaknya memiliki alasan untuk mendukung Irene yang nonmuslim.

"Yang pertama PKS partai seluruh rakyat Indonesia dan berhak siapapun berhak meminta didukung oleh PKS, yang maju eksekutif dan legislatif," kata Mardani kepada Liputan6.com di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Selain itu, ia menuturkan, siapapun yang didukung PKS harus memiliki integritas, termasuk Irene Manibuy yang sudah terbukti berintegritas selama menjabat Wakil Gubernur Papua Barat.

"Karena PKS memiliki prinsip have integrity, siapapun yang didukung PKS pasti sudah memiliki integritas yang jelas. Dan (Irene Manibuy) memiliki itu," tutur dia.

Mardani kembali mengingatkan, dukungan PKS terhadap Irene Manibuy tidak terkait dengan agama. Melainkan integritas yang dimiliki Irene selama menjadi pejabat publik.

"PKS itu partai Islam tapi dia memberikan peluang bagi siapapun orang Indonesia, apapun latar belakangnya karena Indonesia negara yang bineka dan majemuk," tandas Mardani.

 

* Saksikan quick count Pilkada DKI Jakarta 2017 pada 15 Februari 2017