Ahok: Kalau Kasih 5 Juta Masih Kalah Sama Saya

Oleh Moch Harun Syah pada 16 Jan 2017, 07:11 WIB
Diperbarui 16 Jan 2017, 07:11 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku heran jika masih ada yang menyebut dirinya tidak pro terhadap warga miskin. Menurut dia, kebijakan yang diambilnya jelas-jelas kebanyakan sangat pro dengan warga kurang mampu.

Malahan, sambung dia, jika mau dibandingkan dengan janji pasangan calon lain, terutama soal program bantuan warga, dirinya tidak kalah. Apalagi soal jumlah bantuan.

"Misal ada paslon kasih Rp 5 juta per tahun. Taruhlah itu benar karena bapaknya kaya. Anggaplah itu benar. Tapi dengan KJP, anak SMA sebulan Rp 600 ribu. Nah setahun berarti kan 7,2 juta. Ya masih kalah dong Rp 5 juta. Itu buat satu anak, kalo dua anak, coba berapa," kata Ahok di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Jalan Taman Patra X No 7 Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017).

Dia melanjutkan, untuk warga miskin bantuan tidak hanya berhenti di situ. Jumlah dan manfaat yang dirasakan akan bertambah lagi jika salah satu anak warga tersebut berhasil menembus masuk perguruan tinggi negeri.

"Kalo anaknya masuk perguruan tinggi negeri dapat berapa hadiahnya? 18 juta itu setahun," tambah Ahok.

Di samping itu, Ahok juga meragukan program bantuan langsung yang digagas oleh salah satu paslon. Menurut dia, bantuan tunai berpotensi banyak penyelewengan. Dia mengaku sudah berpengalaman saat berduet dengan Jokowi terkait bantuan langsung.

"Kita kalau bagi beras raskin saja kadang yang miskin justru kebagian tuh. Ya apalagi ini yang namanya bagi duit belum tentu sampai. Apalagi kalau disumbat. Saya waktu itu juga bilang ke Pak Jokowi mending dibagi mentahnya aja, Pak. Tapi kartu, pakai KJP. Jadi bisa dibeli beras apa aja," terang Ahok.

Terakhir, Ahok kembali mengingatkan kepada relawan dan simpatisannya agar tidak terbuai dengan janji-janji paslon lain. Yang jelas, dia menegaskan sangat pro terhadap rakyat miskin.

"Saya bingung, masa baru denger uang 5 juta langsung mau pindah dari saya. Terus isunya seolah-olah Ahok ini anti orang miskin. Benci orang miskin," tutup Ahok seraya tertawa.