Sandiaga: Pengemis Akting Harus Ditertibkan

Oleh Rezki Apriliya Iskandar pada 17 Des 2016, 21:16 WIB
Diperbarui 17 Des 2016, 21:16 WIB
20161208-Wujudkan Transparansi, Cawagub Sandi Uno Bongkar Rekap Dana Kampanye-Jakarta
Perbesar
Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno jelang memaparkan rekapitulasi penerimaan dan pengeluaran dana kampanye di Jakarta, Kamis (8/12). Sandi menilai paparan rekapitulasi anggaran ini jadi wujud nyata transparansi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Fenomena pengemis musiman atau pengemis-pengemis tajir seperti tidak pernah habis di Ibu Kota. Beberapa kali Dinas Sosial DKI Jakarta menjaring mereka. Lalu, bagaimana langkah cawagub Sandiaga Uno terkait ini?

"Harus kasih penertiban lah. Kalau itu musiman dan akting, pencitraan jadi pengemis. Pencitraan itu bukan di lokal-lokal atas ya. Di level bawah juga ada pencitraan," kata Sandiaga saat berkampanye di Jalan Kemanggisan Ilir Gang III, RT 014/013, Palmerah, Jakarta Barat (Sabtu, 17/12/2016).

Sandiaga mengaku memahami terkait bermunculan dan menjamurnya para pengemis tersebut. "Saya ngerti banget karena saya turun ke bawah. Mana yang betul-betul tidak mampu, mana yang enggak," kata Sandiaga.

Dia meminta masyarakat berpartisipasi terkait fenomena ini. "Tapi, kalau ini adalah bagian dari profesi untuk memanfaatkan momentum hari-hari besar, kita harus tegakkan peraturan dan tertibkan jangan sampai mengganggu masyarakat," ujar Sandiaga.

Pengemis Bawa Perhiasan Jutaan Rupiah

Suku Dinas Sosial DKI Jakarta menjaring seorang pengemis yang mengantongi perhiasan jutaan rupiah. Petugas juga mendapati uang sekitar sejuta rupiah dari tangan Ani.

"Total perhiasan yang dia punya sebesar Rp 8.400.000, sedangkan uang tunainya sebanyak Rp 1.004.500," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Susana Budi Susilowati, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 17 Desember 2016.

Adapun perhiasan itu terdiri dari satu kalung emas, tiga gelang emas, sepuluh cincin emas kuning, satu pasang anting dan satu cincin putih.

Ani dijaring saat mengemis dengan posisi tangan di atas dan duduk di pinggir jalan raya dekat Rumah Sakit Budi Kemulyaan.

"Kebetulan petugas kami Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Jakarta Pusat lewat situ. Jadi ketangkap basah dia. Kami panggil petugas lapangan dan langsung menjangkaunya," ujar Susan.