Ahok: Mungkin Sandiaga Uno Mau Ajak Sekda Jadi Cawagub

Oleh Ahmad Romadoni pada 13 Agu 2016, 17:34 WIB
Diperbarui 13 Agu 2016, 17:34 WIB
20160621-Ahok Diperiksa Lanjutan Kasus Korupsi UPS di Bareskrim Polri
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) menaiki mobil usai diperiksa di Bareskrim, Jakarta, Selasa (21/6). Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam dugaan korupsi pengadaan UPS. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra Sandiaga Uno tiba-tiba menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota Jakarta. Pertemuan itu memang mendadak sehingga berlangsung cepat.

Ahok mengatakan, sebelum bertemu dengan dirinya, Sandiaga lebih dulu bertemu dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. Ahok curiga, Sandiaga sesungguhnya ingin mengajak Saefullah untuk menjadi wakil gubernur.

"Pertama beliau sampaikan, permisi saya enggak enak enggak datang karena saya temuin Sekda. Ya mungkin dia mau ngajak Sekda jadi wagub, jadi perasaan enggak enak," ungkap Ahok di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (13/8/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur itu merasa, Saefullah khawatir dipecat Ahok karena ikut berpolitik pada Pilkada 2017. Padahal, secara otomatis, Sekda harus mundur bila memutuskan maju di pilkada.

"Sekda-nya juga takut jadi enggak enak. Takut dipecat padahal enggak akan gue pecat. Dia mau jadi wagub berhenti sendiri kok ngapain pusing dipecat," lanjut Ahok.

Ahok mengaku cukup senang bila Sandiaga Uno dan Saefullah menjadi pasangan calon di Pilkada 2017. Pengalaman Saefullah di pemerintahan akan membantu Sandiaga yang belum pernah menduduki jabatan pemerintahan.

"Kalau Sekda mau jadiwagub, senang. Karena Sandi kan tidak pengalaman, dan Sekda sudah ikut saya sekian lama, siapa tahu Tuhan mengizinkan dia terpilih. Apalagi Sandi sudah yakin, ini bakal jadi kantor dia di 2017," pungkas Ahok.