Survei SCG dan Indo Barometer, Risma-Wisnu Ungguli Rasiyo-Lucy

Oleh Dian Kurniawan pada 07 Des 2015, 19:04 WIB
Diperbarui 07 Des 2015, 19:04 WIB
20150925-Pilkada Surabaya-Pasangan Risma Whisnu-Nomor Urut-Surabaya
Perbesar
Pasangan Risma-Whisnu saat mendatangi Gedung KPU Kota Surabaya, Jumat (25/9/2015). (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Pasangan wali kota Surabaya nomor urut 2 Risma-Wisnu mengungguli pasangan Rasiyo-Lucy pada Pilkada Surabaya 2015. Hal tersebut berdasarkan hasil survei Surabaya Consulting Group (SCG) dan Indo Barometer yang dilakukan pada November 2015.

Direktur Eksekutif SCG Consulting Didik Prasetiyono mengatakan dari hasil survei SCG, Risma-Wisnu memperoleh 94% dan Rasiyo-Lucy 6%. Sementara survei Indo Barometer menempatkan Risma-Wisnu 82,3% dan Rasiyo-Lucy 4,5%, sedangkan 12,9% belum memutuskan pilihannya.

"Sehingga bisa dikatakan, potensi elektabilitas Indo Barometer, Risma-Wisnu adalah 93.5% dan Rasiyo-Lucy 6,5%," kata Didik di kantor Tim Pemenangan Risma-Wisnu di Jalan Kapuas, Surabaya, Senin (7/12/2015).

Anggota timses Risma-Wisnu ini menambahkan, hasil survei tersebut menambah optimisme untuk memenangkan pasangan Risma-Wisnu. "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemilih untuk kembali memilih Bu Risma dan Mas Wisnu untuk memimpin kembali Kota Surabaya selama 5 tahun ke depan," imbuh Didik.

 

Dia menegaskan, Tim Kampanye Risma-Wisnu juga siap untuk membuka survei dan menyilakan untuk audit metodologi. "Baik SCG Consulting maupun Indo Barometer Jakarta siap untuk audit metodologi," tegas Didik.

Didik menyatakan, pihaknya sebenarnya tidak ingin mengumumkan hasil survei tersebut, namun karena Tim Pemenang pasangan Rasiyo-Lucy yang lebih dulu mengumumkan hasil survei yang menyatakan pasangan nomor urut 1 lebih unggul, maka hasil survei tersebut diumumkan.

"Mari kita uji reliabilitas dan validitas survei saat coblosan tanggal 9 besok. Kami yakin karena metodologi ilmiah yang dipakai sudah terukur dan patut, juga dilakukan oleh 2 lembaga survei yang berbeda," jelas Didik.

Didik menjelaskan, sangat berbahaya bila ada yang melacurkan hasil survei, atau dikenal sebagai ‘survei pesanan’. Sebab itu berpotensi merusak kredibilitas lembaga survei dan pimpinan lembaga survei tersebut

"SCG dan Indo Barometer siap untuk diaudit metodologi dan mempertanggungjawabkan hasil survei ini," lanjut Didik.

Beberapa faktor yang menentukan tingginya elektabilitas pasangan Risma-Wisnu, di antaranya adalah tingginya kepuasan masyarakat atas pemerintahan incumbent, tingginya kepuasan masyarakat atas kemajuan infrastruktur jalan, taman, kesehatan dan sekolah.

"Persepsi kepuasan masyarakat atas kemajuan Kota Surabaya mencapai 96 persen. Hal ini yang membuat Risma dan Wisnu tetap disukai oleh pemilih Kota Surabaya," pungkas Didik.