Polda DIY Mulai Operasi Pengamanan Pilkada Serentak

Oleh Yanuar H pada 19 Nov 2015, 10:51 WIB
Diperbarui 19 Nov 2015, 10:51 WIB
20150806-Latihan-Pengamanan-Pilkada-2015-Jakarta-Polda-Metro-Jaya
Perbesar
Polda Metro Jaya melakukan simulasi pengamanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (6/8/2015). Ratusan anggota kepolisian dikerahkan dalam simulasi pengamanan pasca pemungutan suara. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta bersiap menghadapi Pilkada Serentak 2015. Ada 3 kabupaten yang akan mengikuti pilkada pada 9 Desember 2015, yaitu Bantul, Sleman dan Gunungkidul.

Untuk mengamankan jalannya pilkada serentak, Polda DIY sudah menyiapkan 250 personel.

Kapolda DIY Brigjen Polisi Erwin Triwanto mengatakan pengamanan ini untuk menjaga keamanan-ketertiban masyarakat menjelang dan setelah pilkada. Operasi pengamanan mulai dilaksanakan pada Rabu 18 November dan berakhir pada 22 Desember 2015.

"Ini kegiatan preventif skala besar yang melibatkan pasukan. Dengan tujuan memperlihatkan kepada masyarakat polisi memberikan rasa aman jelang 9 Desember 2015," kata Erwin di Mapolda DIY, Rabu 18 November 2015.


Personel yang diturunkan akan fokus pada kegiatan preventif, khususnya yang dapat membuat potensi kericuhan antarpendukung calon. Namun bila ditemukan adanya pelanggaran hukum, pelaku akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurut dia, Polda DIY pun sudah memetakan daerah yang rawan ricuh saat pilkada.

"Awalnya kita prediksi Gunungkidul, tapi ternyata aman. Bergeser ke Sleman juga tidak ada gesekan yang berarti. Kita harap aman terus sampai 9 Desember," ujar Erwin.

Karo Ops Polda DIY Kombes Kushariyanto menjelaskan tim Mantap Praja Progo 2015 akan dibagi 6 tim. Setiap tim terdiri 40 personel yang bertugas di 3 kabupaten. Tim ini akan memantau kantong-kantong pendukung, KPU, rumah calon bupati dan wakil bupati dan tim sukses.

"Tiap hari mobile nanti tergantung ketua timnya. Stand by di polres dan tempat-tempat yang jadi atensi, tim pemenang. Tim juga mengamati situasi lalu bisa bergeser ke tempat lain," ucap Erwin. (Bob/Sss)