Lagi, Srikandi Petugas Pemilu di Bogor Meninggal Akibat Kelelahan

Oleh Achmad Sudarno pada 23 Apr 2019, 12:42 WIB
Jokowi Unggul di TPS Kolong Tol Kawasan Penjaringan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang perempuan menambah daftar petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Bogor, Jawa Barat.

Srikandi pahlawan demokrasi itu bernama Rasty Miranda, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Paru Partowidigdo Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 22 April 2019.

Rasty merupakan anggota KPPS di TPS 31 RT04/02 Kutajaya, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Gadis berusia 24 tahun ini mengalami sesak napas setelah menjalani tugas pemungutan suara hingga rapat pleno.

"Menurut infomasi dari ibunya, almarhumah punya riwayat penyakit jantung," kata Ketua KPUD Kota Bogor Samsudin, Selasa (23/4/2019).

Jenazah almarhumah Rasty pada Senin siang kemarin telah disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum Dreded Kota Bogor.

Selain Rasty, Ketua KPPS di TPS 75 Anwar Sofian meninggal di rumahnya usai pulang bertugas jam 4 pagi.

Sementara tujuh orang petugas KPPS lainnya harus menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kota Bogor akibat kelelahan. Adapun ketujuh orang tersebut adalah Chandra petugas KPPS Boteng, Anih Suningsih petugas KPPS Kedung Waringin, Asep Selamat petugas KPPS Bojong Kerta, Wawan petugas KPPS Bojong Kerta, Hana petugas KPPS Empang, Yudi petugas KPPS Bondongan dan Hidayat petugas KPPS Tegalgundil.

Selain di Kota Bogor, jumlah pahlawan demokrasi yang jatuh sakit di Kabupaten Bogor pun terus bertambah. Hingga Selasa dini hari tadi, tercatat ada tiga orang harus menjalani perawatan rumah sakit. Beban pekerjaan berkali lipat membuat mereka kelelahan menjalankan tugas Pemilu 2019.

2 of 2

4 Meninggal Dunia

Sebelumnya, terdata tiga petugas di bawah KPU dan satu petugas di bawah Bawaslu meninggal dunia. Sedangkan petugas yang sakit tercatat ada 15 orang.

Dengan begitu, jumlah keseluruhan petugas yang sakit di wilayah tersebut sebanyak 18 orang dan empat orang meninggal. Dari jumlah itu, dua diantaranya adalah perempuan.

"Sampai hari ini lebih dari lima orang masih dirawat," kata Komisioner KPU Kabupaten Bogor Heri Setiawan.

 

Lanjutkan Membaca ↓