Jurus Polri Amankan Pilpres 2019

Oleh Liputan6.com pada 11 Apr 2019, 01:22 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan Polri sudah siap melakukan upaya untuk mempertebal pengamanan di Pilpres 2019. Pengamanan ini dilakukan oleh Polri, kemudian di backup oleh TNI dan stakeholder terkait.

Dedi menegaskan bahwa Polritelah membagi menjadi tujuh rayon. Masing-masing rayon akan diberikan kekuatan penebalan pengamanan oleh Brimob.

“Rayon satu misalnya dari Aceh Sumut Riau Kepri Sumbar Jambi ini dari polda-polda ini kekuatannya ada Aceh sekian ribu kekuatan, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, ini satu zona atau satu korwil,” Ujar Dedi Prasetyo, saat ditemui di Kantor Divisi Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Upaya pengamanan ini dilandaskan oleh munculnya isu-isu legitimasi dan delegitimasi KPU beberapa waktu lalu serta upaya people power yang dapat menimbulkan konflik karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu.

 

2 of 2

Fokus Pra dan Pascapencoblosan

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Upaya pengamanan difokuskan pada saat pencoblosan, pasca pencoblosan dan pasca perhitungan suara. Pihaknya juga sudah menyiapkan menyiapkan 40.831 pasukan dari Brimob dalam rangka untuk membantu penebalan pada tiap-tiap Polda.

"Dua pertiga kekuatan anggota Polri disiapkan dalam rangka memitigasi segala macam bentuk potensi konflik sosial yang terjadi baik pascapencoblosan dan pascapenghitungan suara,” tegas Dedi.

Reporter: Firda Suci Fahrunnisa

Lanjutkan Membaca ↓