Mobil Pengangkut Surat Suara Pemilu 2019 Terbakar di Kinabalu Malaysia

Oleh Liputan6.com pada 09 Apr 2019, 08:43 WIB
Diperbarui 09 Apr 2019, 08:43 WIB
Penyortiran dan Pelipatan Kertas Suara
Perbesar
Relawan menyortir dan melipat kertas suara Pilpres 2019 di gudang KPU, Cibinong, Bogor, Kamis (7/3). Libur Nyepi, dimanfaatkan 650 pekerja menyelesaikan tenggat waktu penyortiran dan pelipatan 17 juta surat suara Pemilu 2019. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok Kerja Panitia Pemilu Luar Negeri menyatakan, mobil yang mengangkut sekitar 900 surat suara mengalami kecelakaan dan terbakar dalam perjalanan dari Kota Kinabalu menuju Sandakan, Sabah, Malaysia. Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang 7 April 2019.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Logistik KPU agar logistik yang terbakar itu segera diganti," kata Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemilu Luar Negeri (Pokja PPLN) Wajid Fauzi dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih pemilu 2019 di KPU RI, Jakarta, Senin 8 April 2019, seperti dilansir Antara.

Menurut Wajid, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Rencananya, surat suara yang diangkut kendaraan nahas itu akan dikirimkan ke tiga hingga empat kotak suara keliling (KSK) di Kota Sandakan, Sabah, Malaysia.

"Semoga dalam minggu ini, sebelum Jumat logistik sudah bisa terpenuhi," katanya.

Sementara itu. Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya segera mengirim surat suara pengganti ke Kinabalu.

"Kami akan cetak karena itu kecelakaan, jadi kondisinya darurat," katanya.

Berdasarkan jadwal dari KPU RI, proses pemungutan suara di PPLN Kinabalu akan berlangsung pada Minggu 14 April 2019.

KPU mencatat jumlah daftar pemilih tetap (DPT) luar negeri mencapai 2.086.285, TPS (789), KSK (2.326) dan 426 pos.

2 dari 3 halaman

Kronologi

Logistik Pemilu 2019
Perbesar
Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) Menteng memasukkan kertas suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 ke dalam kotak di Kecamatan Menteng, Jakarta, Selasa (26/3). Sebanyak 68.132 surat suara yang siap didistribusikan ke tiap-tiap TPS Kecamatan Menteng. (merdeka.com/Imam Buhori)

Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemilu Luar Negeri (Pokja PPLN) Wajid Fauzi menjelaskan kronologi terbakarnya kendaraan pengangkut sebanyak 900 surat suara di Kinabalu pada Minggu sore 7 April 2019

Dia mengatakan, di lokasi tugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) itu, kotak suara keliling (KSK) tersebar di pedalaman perkebunan sawit yang memiliki jarak tempuh perjalanan sekitar 4-12 jam perjalanan dari Kota Sandakan.

Sementara perusahaan sawit memberikan hari libur/cuti kepada pekerja pada Minggu sehingga dapat dimanfaatkan pekerja yang menjadi KPPSLN untuk mengambil logistik pemilu.

Petugas KPPSLN KSK sedianya berencana memanfaatkan hari pembayaran gaji pekerja pada 8 April 2019 di kantor pusat perkebunan untuk dapat memungut suara sebanyak-banyaknya dari para pekerja yang tersebar di berbagai wilayah perladangan.

Namun, justru terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Sapi Nangoh-Paitan, Sandakan, yang juga menyebabkan terbakarnya enam buah kotak suara dari tiga kotak suara keliling (KSK) di wilayah kerja Perusahaan Sawit IJM (satu KSK) dan Meridian (dua KSK).

Seluruh kotak suara dan isinya pun tidak dapat diselamatkan.

Sementara empat orang penumpang selamat dan satu sopir mengalami luka bakar ringan, kelimanya merupakan KPPSLN.

"Korban luka terbakar atas nama Saenudin telah mendapatkan perawatan pertama di klinik Perkebunan milik Wilmar Plantations dan saat ini telah diperbolehkan pulang," tutur Wajid.

Penyebab kebakaran kendaraan hingga kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian wilayah Beluran, Sandakan.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓