Survei Charta Politika: PDIP, Gerindra, Golkar Masih Tertinggi Pilihan Rakyat

Oleh Nanda Perdana Putra pada 04 Apr 2019, 15:30 WIB
Diperbarui 04 Apr 2019, 15:30 WIB
Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei Pemilu Legislatif 2019. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Perbesar
Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei Pemilu Legislatif 2019. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei Pemilu Legislatif 2019. Hasilnya, elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, dan Partai Golkar masih teratas dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia.

Direktur Riset Charta Politika Indonesia, Muslimin menyampaikan, meski perhatian masyarakat terhadap pemilu legislatif tersedot penuh oleh pertarungan Pilpres 2019, hampir seluruh responden mengaku tahu adanya peyelenggaraan tersebut.

"Ketika kita tanya apa mereka tahu akan ada pemilu legislatif dan Pilpres 2019. 95 persen tahu. 94,7 persen mengatakan bersedia datang ke TPS dan mencoblos. Saat pemilihan 17 April kertas suara mana yang akan dicoblos, 75,4 persen masyarakat akan mencoblos pertama kertas suara presiden-wakil presiden," tutur Muslimin di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Kemudian, saat ditanyakan partai politik mana yang akan dipilih, PDIP masih menjadi pilihan tertinggi dengan 25,3 persen. partai Gerindra sendiri sebesar 16,2 persen, dan Partai Golkar 11,3 persen.

"Baru PKB 8,5 persen dan seterusnya, Demokrat dan Nasdem 5,2 persen, disusul PKS 5,0 persen. Partai ini bisa kita katakan sudah lolos dan bisa mewakili di DPR RI," jelas dia.

Sisanya, lanjut Muslimin, masih berada di bawah 5 persen. Di antaranya PAN 3,3 persen; PPP 2,4 persen; PSI 2,2 persen; Partai Perindo 2,0 persen; dan Hanura 1,0 persen.

"11,7 persen responden yang belum menentukan pilihannya," kata Muslimin.

 

2 dari 3 halaman

Persaingan 4 Partai

Menurutnya, dari data tersebut ada empat partai yang masih bersaing ketat memperebutkan posisi keempat dan kelima yakni PKB, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan PKS.

"Partai yang di bawah 5 persen ini kita anggap agak susah untuk lolos di Senayan. PAN, PPP, PSI, Perindo, Hanura, PBB. Mereka mampu masuk ke parlemen jika bisa memperebutkan suara undecided voter dan swing voter," Musimin menandaskan.

Survei tersebut diambil dengan kurun waktu 19 Maret sampai 25 Maret 2019 melalui tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Ada sebanyak 2 ribu responden yang tersebar di 34 provinsi menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,19 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓