Misbakhun Sindir Prabowo-Sandi Jiplak Ide Jokowi Soal Reformasi Kemenkeu

Oleh Muhammad Ali pada 02 Apr 2019, 14:15 WIB
Diperbarui 02 Apr 2019, 14:15 WIB
Mukhamad Misbakhun
Perbesar
Politikus Partai Golkar Mukhamad Misbakhun saat bertemu masyarakat 'Tapal Kuda Jawa Timur. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Mukhamad Misbakhun, menyindir kubu Prabowo-Sandiaga karena membajak gagasan sejak 2014 soal pemisahan Kementerian Keuangan dengan Ditjen Perpajakan RI.

Kata Misbakhun, dirinya kini bersyukur karena sejak awal mengkampanyekan ide Presiden Jokowi di Nawacita pertama soal Badan Penerimaan Pajak (BPP).

"Ide tersebut sudah dibajak di tengah jalan oleh pasangan 02 pada proses kontestasi Pilpres 2019 saat ini," kata Misbakhun.

Padahal, mantan pegawai Ditjen Perpajakan RI itu mengatakan ide Jokowi soal pemisahan dua lembaga sudah diusulkan. Dan masuk ke dalam RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Pajak (KUP) yang diajukan ke DPR RI pada tahun 2016.

"Saat itu menteri keuangan dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. Kalau sampai saat RUU KUP ini belum selesai dibahas di Panja Komisi XI DPR RI itu memang proses politik yang belum selesai," kata Misbakhun, yang juga Anggota Komisi Keuangan DPR RI itu.

Berbeda dengan Prabowo-Sandiaga yang baru menyuarakannya sekarang, Misbakhun menegaskan Jokowi justru sudah punya komitmen untuk mewujudkan janji politik saat kampanye pilpres 2014 yang lalu.

Masalah belum terwujud, ia mengatakan semuanya hanya masalah waktu. Sebab pembentukan undang-undang haruslah melibatkan Pemerintah dan DPR RI. Kalau bicara DPR RI, harus melibatkan semua fraksi pemilik kursi di Senayan.

"Untuk itu, menjadi tugas Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mewujudkan janji politik Presiden Jokowi pada Pemilu 2014 untuk terwujud. Karena Menteri memang tugas adalah merealisasikan visi misi Presiden," kata Misbakhun.

 

2 dari 2 halaman

Diungkapkan Sandiaga

Misbakhun
Perbesar
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. (Istimewa)

Sebelumnya, sejumlah media melaporkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berjanji akan melakukan pemisahan lembaga antara Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

Hal tersebut diungkapkan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno setelah nobar debat di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Sabtu 30 Maret 2019 malam.

"Kami akan realisasikan itu (pemisahan Kemenkeu dan Ditjen Pajak) itu punya kemampuan meningkatkan sumber pendanaan, karena pemerintahan kita akan memisahkan Kemenkeu dan Ditjen Pajak," kata Sandiaga.

"Sehingga Ditjen Pajak jadi badan terpisah yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Tugasnya meningkatkan tax rasio kita ke angka 15-16 persen. Itu yang jadi sumber pendanaan kita pada sektor pertahanan dan keamanan," ujar Sandiaga.

Lanjutkan Membaca ↓