Nasdem Optimistis Lolos Ambang Batas Masuk Parlemen

Oleh Liputan6.com pada 21 Mar 2019, 16:52 WIB
Partai Nasdem

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, sampai saat ini partainya masih terus berusaha untuk bisa menduduki posisi tiga besar di Pileg 2019. Nasdem pun optimistis bisa lolos ambang batas masuk parlemen.

Hal ini menyikapi survei Litbang Kompas yang menyatakan Nasdem sebagai salah satu partai yang terancam tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen. 

"Sekarang kalau di atas 1,5 persen dengan basis infrastuktur partai yang lebih kuat dengan basis politisi yang sudah lebih kuat per dapil di 80 dapil kami meyakini kami kan sedang bekerja menuju tiga besar," kata Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Johnny pun justru mempertanyakan sebaran yang digunakan dalam survei Litbang Kompas. Sebab, kata dia, jika sebaran respondennya bersifat nasional dan merata hasilnya tidak semacam.

"Kalau basis kekuatan Nasdem secara rata secara nasional ya pasti tinggi tapi kalau sebaran kekuatan Nasdem ada di luar Jawa sedangkan distribusi respondennya banyak di Jawa ya pasti hasilnya beda," ucap dia.

Nasdem, lanjut Plate, juga sudah berpengalaman dengan Pemilu 2014 lalu. Karena itulah, dia tetap optimistis Nasdem bisa masuk kembali di parlemen.

"Kami mempunyai pengalaman empiris Nasdem punya pengalaman antara branding partai dan kekuatan basis elektoral polisi atau caleg-calegnya 2014 Nasdem itu di survei disampaikan bahwa elektabilitas Nasdem 1.5 persen hasilnya 6,7 persen. Jumlah suaranya sangat besar 8,4 juta itu saya kira urutan ke 7-8 bukan ke 9-10 bukan itu 2014," ucap Johnny.

 

2 of 3

Survei Litbang Kompas

Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan sejumlah partai pendatang baru di Pilpres 2019 tidak lolos ambang batas parlemen (PT) 4 persen. Tak hanya terancam tidak lolos ke Senayan, sejumlah partai baru juga mendapat resistensi (penolakan) dari masyarakat.

Dari survei itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi partai baru yang paling tinggi resistansinya atau dengan kata lain paling ditolak masyarakat. Dengan elektabiltas 0,9 persen, resistansi masyarakat terhadap partai baru pimpinan Grace Natalie ini ditolak oleh 5,6 persen masyarakat.

Selanjutnya adalah Perindo dengan elektabilitas 1,5 persen, resistensinya 1,9 persen. Kemudian Berkarya elektabilitas 0,5 persen, resistensinya 1,3 persen. Selanjutnya, Garuda elektabilitas 0,2 persen, resistensinya 0,9 persen.

Selain survei mengenai resitensi parpol baru, survei Kompas juga menunjukkan Hanura, partai yang mempunyai kursi DPR 2014-2019, terancam gagal masuk Senayan karena elektabilitasnya hanya berkisar 0,9 persen.

Sementara partai lama yang tidak lolos parlemen pada 2014-2019 seperti PBB dan PKPI, berpotensi kembali gagal, karena elektabiltasnya masing-masing 0,4 persen dan 0,2 persen.

Survei juga menunjukkan partai-partai seperti Nasdem, PPP dan PAN belum aman. Sebab, dengan elektabilitas Nasdem (2,6 persen), PPP (2,7), PAN (2,9), masih dalam rentang margin of error dari ancaman ketidaklolosan ambang batas parlemen 4 persen.

 

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓