Amien Rais: KPU-Bawaslu Bila Curang dan Terbukti, Kita Pasti Akan Buat Perhitungan

Oleh Liputan6.com pada 01 Mar 2019, 23:41 WIB
Diperbarui 01 Mar 2019, 23:41 WIB
Amien Rais
Perbesar
Ketua Dewan Penasehat PA 212 Amien Rais saat berada di gedung KPU. (Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) melakukan aksi damai di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Aksi yang mereka lakukan untuk meminta kepada KPU agar jujur dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Ketua Dewan Penasehat PA 212 Amien Rais ingin agar KPU dan Bawaslu bisa menjalankan atau menyelenggarakan Pemilu dengan jujur dan adil.

"Jadi kalau temen KPU-Bawaslu bekerja bagus jujur tidak curang kita doakan mereka mendapat barokah rahmat hidayah dari Allah," kata Amien Rais saat melakukan orasi, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

"Akan tetapi jika sampai curang kita doakan mereka dilaknat di dunia dan akhirat," sambungnya yang disambut ucapan amin oleh massa aksi lainnya.

Dia pun kembali mengajak massa aksi untuk mendoakan KPU dan Bawaslu supaya bisa menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu dengan baik.

"Sekali lagi kalau KPU-Bawaslu jujur, mudah-mudahan dimuliakan Allah dunia akhirat. Tapi bila curang dan terbukti kita pasti akan buat perhitungan," ujarnya.

Selain itu, ia pun mengungkapkan, pihaknya telah melihat adanya kecurangan sejak beberapa bulan lalu. Oleh karena itu, alasan dirinya mendukung kegiatan ulama yang dilakukan di gedung KPU RI.

"Jadi kalau kita mau jujur sejak 6 bulan yang lalu sudah kentara adanya gejala-gejala kecurangan yang luar biasa. Misalnya dalam daftar DPT itu ada 31 juta yang bodong, disisir tinggal setengah juta disisir habis," ungkapnya.

"Kemudian bayangkan ada ratusan ribu KTP elektronik dibuang di hutan, dibuang di sawah, di semak-semak, jatuh di jalan dan lain lain. Ini apa apaan yaa," sambung Amien Rais.

 

2 dari 2 halaman

Bersifat Transparan

Amien Rais
Perbesar
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. (Liputan6.com / Johan Tallo)

Ia pun sangat menginginkan agar para penyelenggara pemilu dapat bersifat terbuka dan transparan kepada masyarakat Indonesia yang nantinya akan melakukan pesta demokrasi pada 17 April 2019.

"Kita punya niat yang sangat baik, kalau pemilu itu nanti itu betul-betul transparan, jujur, adil maka siapa pun yang menang dan kalah akan terima," ujar Amien.

Namun jika sampai terbukti ada kecurangan yang sistematik dan masif serta terukur, maka akan ada gerakan politik.

"Jangan pernah menyalahkan kalau kita akan melakukan aksi-aksi politik, bukan perang total ala Moeldoko, bukan. Tapi kita perang politik, mengawasi demokrasi bahwa kebenaran harus ditegakkan," ujar Amien Rais.

 

Reporter: Nur Habibie

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓