Bahas Metode Kampanye Terbuka, Bawaslu dan KPU DKI Rapat dengan Polda Metro Jaya

Oleh Liputan6.com pada 15 Feb 2019, 16:54 WIB
Diperbarui 15 Feb 2019, 17:16 WIB
Ilustrasi Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta - Jelang persiapan kampanye rapat umum dan iklan di media masa oleh peserta pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengadakan pertemuan dengan Polda Metro Jaya.

Saat dikonfirmasi, komisioner Bawaslu DKI Puadi mengatakan pertemuan ini sebagai koordinasi terkait pengamanan jalannya kampanye rapat umum oleh peserta pemilu nanti. Sekaligus, kata dia, pertemuan sore nanti juga akan membahas metode kampanye pemasangan iklan di media massa.

"Bertemu pihak Polda Metro Jaya sore ini pukul 15.00 WIB. Membahas metode kampanye pemasangan iklan di media massa, yang dilakukan kedua pasangan calon presiden, para calon legislatif, partai, dan tim sukses mereka," ujar Puadi, Kamis (15/2/2019).

Ia menuturkan, koordinasi seperti ini penting dilakukan karena rentan terjadi kericuhan. Sementara itu, dalam pertemuan nanti juga dihadiri oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta.

"Maka kami meminta pengamanan ekstra dari kepolisian," kata dia.

2 of 3

Dimulai 24 Maret

Diketahui peserta pemilu belum diperbolehkan berkampanye menggunakan metode rapat umum. Rapat umum adalah metode yang memungkinkan peserta, pelaksana atau timses kampanye di ruang terbuka dengan audiens yang tidak terbatas.

Kampanye media massa dan rapat umum baru boleh dilakukan 21 hari jelang masa tenang, atau 24 Maret hingga 13 April 2019.

 

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by